Mendikdasmen Pastikan Pendidikan Aceh Tetap Berjalan Meski di Tengah Keterbatasan

Senin, 26 Januari 2026 | 14:16 WIB Last Updated 2026-01-26T07:16:21Z



KabarPendidikan.id
 Kemendikdasmen kini tengah memprioritaskan normalisasi kegiatan belajar-mengajar di Provinsi Aceh pascabencana melalui penyaluran dana pembersihan.


Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi percepatan pemulihan fasilitas pendidikan agar lingkungan sekolah kembali layak dan aman digunakan dalam waktu singkat.



Dalam keterangannya di Jakarta, Menteri Abdul Mu’ti menyampaikan pesan penyemangat bagi para siswa di wilayah terdampak. 


Ia menekankan bahwa kemauan keras untuk belajar seharusnya tidak boleh luntur hanya karena keterbatasan infrastruktur. Menurutnya, anak-anak adalah tumpuan masa depan bangsa yang harus tetap berani bermimpi dan terus meningkatkan kapasitas diri meski dalam situasi sulit sekalipun.


Berdasarkan laporan perkembangan per 5 Januari 2026, dukungan nyata telah mengalir ke Aceh dalam berbagai bentuk. Pemerintah telah mendistribusikan 15.500 paket peralatan sekolah (school kit), 97 tenda pengungsian, serta membangun 100 unit ruang kelas darurat guna menggantikan fasilitas yang rusak untuk sementara waktu.


Tak hanya bantuan fisik, dukungan finansial sebesar Rp11,2 miliar juga telah dialokasikan sebagai dana operasional pendidikan darurat. Menyadari dampak trauma pada siswa, pemerintah pun menyertakan anggaran khusus sebesar Rp300 juta untuk layanan dukungan psikososial, guna memastikan kesehatan mental para pelajar tetap terjaga selama masa transisi pemulihan ini.

DYL

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mendikdasmen Pastikan Pendidikan Aceh Tetap Berjalan Meski di Tengah Keterbatasan

Trending Now

Iklan

iklan