KabarPendidikan.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat prestasi nasional dan global melalui Super Aplikasi Rumah Pendidikan yang diluncurkan pada Januari 2025. Inovasi ini menjadi bagian dari agenda digitalisasi pendidikan sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo, sekaligus memperkuat transformasi layanan pendidikan berbasis teknologi.
Dalam setahun terakhir, Rumah Pendidikan mencatat 31,5 juta
kunjungan dari 3,3 juta pengguna. Platform ini juga menggerakkan lebih dari
seribu kegiatan pengimbasan dengan puluhan ribu peserta, menandai peralihan
dari konsep ke implementasi nyata dalam membangun ekosistem pembelajaran yang
inklusif dan berkelanjutan.
Rumah Pendidikan kini terintegrasi dengan lebih dari 950
aplikasi dalam delapan ruang layanan yang mencakup guru, murid, sekolah, hingga
orang tua dan pemerintah. Integrasi ini membuka akses pembelajaran digital bagi
sekitar 51 juta siswa dan 4 juta guru di seluruh Indonesia, didukung kolaborasi
komunitas relawan Guru Pejuang Digital.
Yudhistira menambahkan, selain penghargaan nasional, Rumah
Pendidikan juga meraih dua medali perak pada ajang International Customer
Experience Awards (ICXA) 2025 di London. Selain itu, masuk Top 10 Global EdTech
Prize di World Schools Summit Dubai. Prestasi ini menegaskan bahwa digitalisasi
pendidikan Indonesia telah memasuki tahap lompatan strategis dengan dampak
nyata bagi kualitas pembelajaran.
“Lewat inovasi aplikasi ini, Kemendikdasmen meraih Top
Digital Awards 2025 karena Rumah Pendidikan dinilai mampu mengintegrasikan
pembelajaran, pengelolaan sekolah, dan data pendidikan dalam satu sistem
digital nasional dan juga mendapat penghargaan di Top 10 Global EdTech Prize di
World Schools Summit Dubai,” ujarnya.