KabarPendidikan.id - Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, menghadiri kegiatan pasar murah spesial Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah untuk mahasiswa dan panti asuhan di Kota Palangka Raya.
Kegiatan tersebut menjadi wujud perhatian pemerintah daerah
untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga lebih
terjangkau menjelang Idulfitri.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur menegaskan bahwa sektor
pendidikan tetap menjadi salah satu prioritas utama pemerintah provinsi
meskipun daerah saat ini tengah menghadapi kebijakan efisiensi anggaran. Ia
menyebutkan bahwa anggaran daerah yang sebelumnya sekitar Rp10,2 triliun kini
tersisa sekitar Rp5,3 triliun setelah dilakukan penyesuaian.
“Meski saat ini anggaran mengalami efisiensi dari sekitar
Rp10,2 triliun menjadi Rp5,3 triliun, sektor pendidikan tetap akan kami
tingkatkan. Yang terpenting adalah bagaimana mengatur dan membagi anggaran
tersebut, karena berapapun jumlahnya, dana yang tersedia tidak akan pernah
benar-benar mencukupi,” ujarnya.
Menurut Agustiar, pemerintah daerah tetap berkomitmen untuk
memastikan berbagai program pendidikan terus berjalan guna meningkatkan
kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Tengah.
Ia menilai bahwa pembangunan sumber daya manusia merupakan
salah satu faktor penting dalam mendukung kemajuan daerah di masa mendatang.
Di sisi lain, Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo,
mengatakan pemerintah provinsi terus mendorong peningkatan kualitas SDM melalui
program pendidikan berkelanjutan. Salah satunya melalui program pendampingan
bagi siswa SMA sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi,
termasuk ke luar negeri.
“Mulai tahun ini, tersedia 100 program pendampingan bagi
siswa SMA sederajat untuk memperoleh beasiswa perguruan tinggi di luar negeri.
Saat ini, program ini sudah mencakup 100 calon mahasiswa,” ujar Edy.
Ia berharap program ini mampu mencetak generasi muda
Kalimantan Tengah yang kompetitif dan siap melanjutkan tongkat estafet
kepemimpinan pembangunan bangsa di masa depan.
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kalimantan Tengah, Leonard
S. Ampung, menyatakan bahwa pasar murah Ramadan ini digelar untuk meringankan
mahasiswa dan panti asuhan di Palangka Raya dalam memenuhi kebutuhan pokok
dengan harga lebih terjangkau.
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan salah satu upaya
pemerintah daerah dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok sekaligus
mengendalikan inflasi menjelang Hari Raya.
Menurut Leonard, beberapa komoditas yang memengaruhi inflasi
meliputi beras, ayam, daging, emas perhiasan, serta cabai rawit, yang harganya
sering meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Melalui pasar penyeimbang ini, pemerintah menyediakan paket
sembako dengan harga lebih terjangkau dibandingkan harga pasar, diharapkan
dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah,
Muhammad Reza Prabowo, menyebutkan bahwa mahasiswa menunjukkan antusiasme yang
tinggi terhadap kegiatan pasar murah.
Dari proses pendaftaran yang dibuka, tercatat sekitar 3.000
peserta telah mendaftar untuk mengikuti kegiatan ini, sementara lebih dari
1.000 mahasiswa lainnya masih masuk dalam daftar tunggu.
Program pasar murah Ramadan ini diharapkan dapat meringankan
beban mahasiswa dan panti asuhan sekaligus menjaga kestabilan harga kebutuhan
pokok menjelang Hari Raya Idulfitri.
adp