Pembelajaran daring pada Pandemi Covid-19 ini

Kamis, 15 April 2021 | 10:45 WIB Last Updated 2021-04-15T03:45:08Z


(Raflialdi / Mahasiwa Pendidikan Matematika FKIP Uhamka)

Kabarpendidikan.id Pembelajaran pada kali ini dilakukannya hanya di rumah saja, dikarenakan adanya virus yang membahayakan bagi manusia. Virus tersebut bernama Covid-19, virus ini bukan hanya berdampak pada bidang pendidikan, melainkan di bidang perusahaan ataupun sebagainya juga mengalami kendala. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim memahami kebijakan penghentian aktivitas bersekolah yang diambil Pemerintah Daerah (Pemda) dalam mencegah penyebaran wabah Corona Virus Disease (Covid-19). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melakukan pemantauan dan koordinasi dengan semua kementerian, lembaga, dan Pemda.

 

Pembelajaran jarak jauh atau daring ini dimulai pada tanggal 16 maret 2020, dimana anak mulai belajar dari rumahnya masing-masing tanpa perlu pergi kesekolah. Berbicara mengenai pembelajaran jarak jauh atau daring maka pentingnya penguasaan ilmu teknologi bagi seorang guru agar pembelajaran jarak jauh tetap berjalan dengan efektf disaat pandemi seperti ini. Peran guru pada saat pembelajaran pandemi seperti ini sangatlah penting, karena guru lah yang harus memahami segala teknologi yang ada untuk menjalakan kegiatan belajar mengajar. Inovasi dalam Pendidikan akan ada juga berbagai cara yang dapat dilakukan guru untuk menyampaikan ilmu pengetahuannya kepada siswa. Salah satunya ada yang menggunakan Grup Whatsapp, dimana guru sebelumnya akan membuat video pembelajaran lalu dikirim ke grup untuk amati oleh para siswa.

 

"Ada risiko krisis pembelajaran dan lost generation, ini risiko yang cukup menyeramkan," kata Nadiem dalam webinar 'Sistem Pendidikan di Tengah Pandemi Covid-19' yang diselenggarakan oleh DPD Taruna Merah Putih Jawa Tengah, Minggu (30/8/2020) malam. Nadiem menjelaskan perihal risiko pembelajaran tatap muka dan juga risiko pembelajaran jarak jauh. Soal pembelajaran jarak jauh, risiko terbesarnya adalah anak-anak bakal keteteran belajar. Bukan hanya satu atau dua anak saja yang keteteran belajr, tapi satu generasi. Untuk hambatan pembelajaran pada saat pandemi seperti ini biasanya siswa/guru mengalami susah sinyal atau terbatasnya kouta yang dimiliki oleh siswa dan juga guru, bisa juga karena belum meratanya sebuah teknologi seperti laptop dan juga Handphone

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pembelajaran daring pada Pandemi Covid-19 ini

Trending Now

Iklan

iklan