KabarPendidikan.id - Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menerima kunjungan Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier, di UPTD SDN Palsatu, Kota Kupang, Jumat (31/7). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kemitraan antara Pemerintah Australia dan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan, khususnya melalui penguatan literasi anak lewat Program INOVASI.
Dalam kunjungan itu, Serena didampingi Bunda Literasi Kota
Kupang, Widya Cahya, serta Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan
Kebudayaan Kota Kupang, Ernest S. Ludji. Rangkaian kegiatan diawali dengan
peninjauan pelaksanaan Reading Camp, berdialog bersama para siswa, serta
menyaksikan demonstrasi menenun sebagai bagian dari pelestarian budaya lokal
yang dikembangkan di lingkungan sekolah.
Dalam sambutannya, Serena menyampaikan apresiasi kepada
Pemerintah Australia atas dukungan yang telah diberikan melalui Program INOVASI
dalam meningkatkan mutu pendidikan di Kota Kupang. Menurutnya, kemajuan sektor
pendidikan tidak dapat dicapai sendiri, melainkan memerlukan kolaborasi yang
kuat dari berbagai pihak.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang berkomitmen
memastikan setiap anak memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses
pendidikan yang berkualitas tanpa terkendala oleh keterbatasan apa pun.
"Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena
keterbatasan akses dan kesempatan belajar. Setiap anak memiliki potensi yang
harus kita rawat dan kembangkan bersama," tegasnya.
Selain memperkuat program literasi, Serena juga
memperkenalkan inovasi Pemerintah Kota Kupang berupa program self-defense bagi
peserta didik mulai dari jenjang TK, SD, hingga SMP. Program tersebut
terinspirasi dari pengalaman yang diperolehnya saat mengikuti ASEAN Strategic
Partnership Leadership Program di Australia melalui DIVAS.
Menurutnya, kemampuan membaca saja belum cukup. Anak-anak
juga perlu dibekali keterampilan melindungi diri agar mampu menghadapi berbagai
situasi yang berpotensi membahayakan, seperti perundungan maupun tindak
kekerasan.
Di akhir sambutannya, Serena menyampaikan apresiasi dan
terima kasih kepada Pemerintah Australia beserta seluruh mitra yang selama ini
konsisten mendukung pembangunan sektor pendidikan di Kota Kupang.
Sementara itu, Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod
Brazier, mengapresiasi kepemimpinan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong
kemajuan pendidikan, termasuk komitmen membangun budaya literasi melalui peran
aktif Bunda Literasi Kota Kupang.
Rod mengatakan bahwa Australia dan Indonesia telah menjalin
hubungan kemitraan yang erat selama lebih dari 75 tahun. Dalam kerja sama
tersebut, sektor pendidikan menjadi salah satu fokus utama yang terus diperkuat
oleh kedua negara.
Menurutnya, kemampuan membaca sejak usia dini merupakan
fondasi penting bagi keberhasilan proses belajar anak. Oleh karena itu,
Pemerintah Australia terus mendukung berbagai inisiatif peningkatan mutu
pendidikan melalui Program INOVASI yang dijalankan bersama pemerintah daerah
dan masyarakat.
Rod mengaku terkesan dengan pelaksanaan Reading Camp di UPTD
SDN Palsatu. Menurutnya, pendekatan pembelajaran yang disesuaikan dengan
kemampuan masing-masing peserta didik terbukti mampu meningkatkan keterampilan
membaca secara lebih efektif.
Ia juga mengapresiasi antusiasme para siswa saat membaca
cerita yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. Selain itu, kesempatan
mempelajari budaya lokal Nusa Tenggara Timur melalui kegiatan menenun dinilai
menjadi nilai tambah dalam proses pembelajaran.
"Pemerintah Australia bangga menjadi mitra Indonesia
dalam meningkatkan kualitas pendidikan. Kami percaya bahwa investasi di bidang
pendidikan merupakan investasi bagi masa depan masyarakat. Melalui kemitraan
yang kuat, kita dapat terus memperluas kesempatan belajar bagi anak-anak serta
menciptakan lingkungan belajar yang aman, inklusif, dan bermanfaat bagi
semua," ujarnya.
Pada kesempatan yang sama, Kepala UPTD SDN Palsatu, Belmira
Sagrada Ferrao Santos, memaparkan perjalanan sekolah dalam mengembangkan
Program Reading Camp. Ia menjelaskan bahwa sebelumnya sekolah menghadapi
tantangan berupa rendahnya kemampuan membaca peserta didik yang tercermin dalam
hasil Rapor Pendidikan.
Beragam upaya telah dilakukan, mulai dari pembiasaan membaca
selama 15 menit sebelum pembelajaran hingga optimalisasi perpustakaan sekolah.
Namun, hasil yang diperoleh belum maksimal. Melalui pendampingan Program
INOVASI, sekolah kemudian menerapkan metode Reading Camp, yaitu pembelajaran
membaca berdasarkan tingkat kemampuan peserta didik yang diawali dengan asesmen
awal serta pendampingan intensif oleh guru.
Program tersebut kemudian dikembangkan menjadi kegiatan
ekstrakurikuler dengan kelompok belajar berukuran kecil sehingga setiap guru
dapat memberikan pendampingan yang lebih optimal sesuai kebutuhan masing-masing
peserta didik.
Implementasi Reading Camp membawa hasil yang signifikan.
Kemampuan literasi peserta didik meningkat, sementara indikator literasi dan
numerasi pada Rapor Pendidikan yang sebelumnya berada pada kategori rendah kini
berhasil naik ke kategori baik. Prestasi siswa di bidang literasi pun terus
bertambah, sedangkan jumlah peserta didik yang memerlukan pendampingan khusus
melalui layanan inklusi mengalami penurunan berkat intervensi yang lebih tepat
sasaran.
Belmira juga menyampaikan bahwa keberhasilan Reading Camp di
UPTD SDN Palsatu telah menjadi contoh praktik baik yang direplikasi di berbagai
sekolah di Kota Kupang maupun sejumlah kabupaten di Nusa Tenggara Timur melalui
pelatihan yang difasilitasi Program INOVASI.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama serta penyerahan
cendera mata sebagai simbol persahabatan dan komitmen bersama dalam memperkuat
kerja sama di bidang pendidikan, literasi, dan pengembangan sumber daya manusia
demi masa depan anak-anak Kota Kupang.