KabarPendidikan.id - Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menekankan pentingnya peningkatan literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bagi para guru agar mampu memanfaatkan teknologi secara optimal sekaligus membimbing peserta didik menggunakan AI secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif.
Pernyataan tersebut disampaikan Jihan saat membuka Pelatihan
Literasi AI bagi Guru se-Kabupaten Lampung Tengah dalam program AI Goes to
School yang berlangsung di LEC Paramarta, Kecamatan Seputih Banyak, Kabupaten
Lampung Tengah.
Pelatihan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara
pemerintah dengan Mafindo Wilayah Lampung sebagai upaya meningkatkan kapasitas
guru dalam menghadapi perkembangan teknologi digital.
Dalam sambutannya, Jihan mengatakan bahwa perkembangan
teknologi, otomatisasi, dan kecerdasan buatan saat ini berlangsung sangat
pesat, bahkan melampaui berbagai prediksi yang pernah ada sebelumnya.
Jika sebelumnya AI diperkirakan baru akan menjadi bagian
dari kehidupan manusia di masa depan, kini teknologi tersebut telah hadir dan
digunakan dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk di dunia pendidikan.
"Hari ini kita semua telah menjadi bagian dari era AI.
Karena itu, guru harus mampu memahami, memanfaatkan, sekaligus mengarahkan
penggunaan AI agar benar-benar menjadi alat yang mendukung proses
pembelajaran," ujar Jihan.
Menurut Jihan, AI memiliki peluang besar untuk membantu guru
dalam menyusun strategi pembelajaran, mengembangkan bahan ajar, serta
meningkatkan efektivitas proses belajar mengajar. Beragam platform AI pun terus
berkembang dan dapat dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhan di kelas.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus
disertai dengan pemahaman yang tepat. Tanpa pengawasan dan pemanfaatan yang
bijaksana, teknologi tersebut berpotensi menimbulkan dampak negatif, terutama
jika peserta didik menjadi terlalu bergantung pada AI hingga kemampuan berpikir
kritisnya berkurang.
"AI akan menjadi alat yang sangat membantu apabila
dimanfaatkan secara bijak. Sebaliknya, jika tidak dipahami dan dikendalikan
dengan baik, AI justru dapat membuat peserta didik kehilangan kemampuan
berpikir kritis. Karena itu, peran guru sebagai pendidik, pengajar, dan
pembimbing menjadi sangat penting," katanya.
Jihan menegaskan bahwa guru memiliki peran sebagai teladan
sekaligus pembimbing agar peserta didik mampu menggunakan teknologi AI secara
tepat, bertanggung jawab, dan memberikan manfaat dalam proses belajar.
Ia menilai tantangan tersebut semakin besar karena generasi
muda saat ini telah tumbuh berdampingan dengan berbagai teknologi berbasis AI.
Oleh sebab itu, guru dituntut memiliki pemahaman yang lebih baik agar dapat
mengarahkan pemanfaatan teknologi secara positif.
Menurut Jihan, sebagian besar guru saat ini sudah mengenal
berbagai platform AI, seperti ChatGPT, Gemini, maupun aplikasi sejenis lainnya.
Ia juga meyakini bahwa ke depan akan semakin banyak teknologi AI yang dapat
dimanfaatkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Melalui pelatihan yang difasilitasi Mafindo tersebut, Jihan
berharap para guru dapat memperoleh wawasan baru sekaligus meningkatkan
keterampilan dalam memanfaatkan berbagai perangkat AI sehingga proses belajar
mengajar menjadi lebih efektif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan zaman.
"Saya berharap forum ini dimanfaatkan sebaik-baiknya
sebagai sarana meningkatkan kompetensi dan kapasitas guru dalam menghadirkan
pembelajaran yang lebih berkualitas bagi peserta didik," ujarnya.
Pada kesempatan itu, Jihan juga memberikan apresiasi kepada
Mafindo yang dinilai konsisten mendukung peningkatan kapasitas guru melalui
program AI Goes to School. Ia mengaku senang dapat kembali terlibat dalam
pelaksanaan program tersebut.
Menurutnya, Mafindo merupakan mitra strategis yang memiliki
komitmen kuat dalam mendukung para guru meningkatkan kualitas pembelajaran
sekaligus menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Jihan turut mengajak seluruh guru untuk terus mendukung
berbagai program pemerintah, baik di tingkat nasional, provinsi, maupun
kabupaten, sebagai bagian dari upaya bersama meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Lampung terbuka
terhadap berbagai masukan dari masyarakat maupun tenaga pendidik sebagai bahan
evaluasi untuk menyempurnakan pelaksanaan program pembangunan.
Menjelang akhir sambutannya, Jihan menyampaikan apresiasi
dan terima kasih kepada seluruh guru yang terus menunjukkan komitmen dalam
meningkatkan kompetensi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan
buatan.
"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar bagi
kemajuan pendidikan di Kabupaten Lampung Tengah," tutupnya.