KabarPendidikan.id - Pemerintah Kota Bandung memberikan kesempatan kepada generasi muda dari berbagai wilayah untuk mengakses pendidikan sekaligus meningkatkan kompetensi.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bandung Muhammad Farhan
ketika menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H.
Acara yang diselenggarakan Keluarga Masyarakat Aceh Bandung
(Kamaba) itu berlangsung di Gedung Aula Daan Mogot, Kota Bandung.
Farhan menyebutkan, sebagai salah satu pusat pendidikan di
Indonesia, Kota Bandung memiliki potensi besar untuk menjadi tempat bagi
generasi muda dalam mengembangkan kemampuan sebagai bekal menghadapi masa
depan.
"Kota Bandung sebagai kota pusat pendidikan akan
menghadirkan maslahat bagi kita semuanya," ujar Farhan.
Ia menjelaskan, keberadaan berbagai perguruan tinggi di Kota
Bandung menjadi salah satu daya tarik bagi pelajar dan mahasiswa dari sejumlah
daerah, termasuk masyarakat Aceh.
Menurutnya, keberadaan institusi pendidikan tinggi tersebut
membuka peluang bagi generasi muda untuk memperoleh pendidikan sekaligus
membekali diri dengan kompetensi yang dibutuhkan pada masa mendatang.
Farhan menuturkan, sektor pendidikan memiliki peran
strategis dalam menghasilkan tenaga profesional, insinyur, akademisi,
pengusaha, hingga sumber daya manusia dengan kompetensi unggul.
"Saya sebagai Wali Kota Bandung yang punya darah Aceh,
saya merasa berkewajiban untuk membuka pintu sebesar-besarnya agar putra-putri
terbaik di Aceh bisa kuliah di perguruan tinggi terbaik yang ada di Indonesia,
salah satunya di Bandung," katanya.
Menurut Farhan, keterbukaan akses tersebut tidak hanya
diperuntukkan bagi masyarakat Aceh, tetapi juga seluruh generasi muda yang
memiliki keinginan untuk menuntut ilmu dan mengembangkan diri di Kota Bandung.
Ia juga mendorong terbukanya peluang untuk memperkuat
dukungan terhadap sektor pendidikan melalui pemanfaatan dana sosial yang dapat
memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Farhan mengatakan, dana zakat, infak, dan sedekah dapat
dimanfaatkan tidak hanya untuk pemberian bantuan secara langsung, tetapi juga
diarahkan pada sektor pendidikan, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan
usaha.
Pengelolaan dana sosial secara produktif, menurutnya,
berpotensi membantu masyarakat meningkatkan kemandirian ekonomi sekaligus
memperbesar kesempatan memperoleh akses pendidikan.
"Untuk itulah pendidikan adalah kunci. Tolong jaga
sama-sama bahwa Kota Bandung sebagai kota pusat pendidikan yang akan
menghadirkan maslahat bagi kita semuanya," tuturnya.
Tidak hanya berfokus pada sektor pendidikan, Farhan
menegaskan bahwa Bandung juga perlu menjadi kota yang mampu menyediakan ruang
bagi masyarakat untuk menjalani kehidupan, menempuh pendidikan, bekerja, dan
mengembangkan potensi.
"Kita akan membangun Kota Bandung ini sebagai kota yang
memberikan ruang hidup dan ruang tumbuh bagi siapapun yang memiliki niat baik
di sini," katanya.
Farhan turut menyampaikan apresiasi kepada komunitas
masyarakat Aceh yang selama ini telah berkontribusi dalam kehidupan sosial
sekaligus pembangunan Kota Bandung.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat
menjadi momentum untuk memperkuat hubungan persaudaraan antara masyarakat Aceh
dan warga Kota Bandung.
"Terima kasih untuk persaudaraan, terima kasih untuk
persahabatan, terima kasih untuk kepercayaan yang telah diberikan kepada kami
selama ini untuk tetap bersama-sama menjadikan Kota Bandung kota warga Aceh di
tanah Pasundan," pungkasnya.