KabarPendidikan.id - Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) melalui Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional di Kampung Bharu, Kuala Lumpur, Malaysia, selasa (28/7). Kegiatan ini mengangkat edukasi mengenai bahaya mengonsumsi obat untuk penyakit degeneratif tanpa pemantauan serta pemeriksaan skrining penyakit degeneratif melalui kolaborasi dengan PCIM Malaysia.
Kegiatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat,
khususnya warga Indonesia di Malaysia, mengenai pentingnya pemantauan kesehatan
dan penggunaan obat secara tepat. Edukasi kesehatan dipadukan dengan
pemeriksaan skrining sederhana sebagai langkah awal untuk mengenali faktor
risiko penyakit degeneratif.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat memperoleh edukasi kesehatan
serta pemeriksaan kadar gula darah, asam urat, dan kolesterol. Peserta juga
mendapat kesempatan berdiskusi secara langsung dengan tim pelaksana mengenai
hasil pemeriksaan dan pentingnya pemantauan kesehatan secara berkala.
Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa Uhamka. Tim dosen terdiri
atas Oktadio Erikardo sebagai ketua, bersama Engla Merizka, Apt. Supandi, Apt.
Kori Yati, dan Apt. Dwitivyanti. Kegiatan juga menjadi ruang pembelajaran bagi
mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung dalam
pelayanan kepada masyarakat.
Kolaborasi dengan PCIM Malaysia memperkuat pelaksanaan kegiatan
sekaligus memperluas jejaring pengabdian Uhamka di tingkat internasional.
Keterlibatan mitra setempat membantu kegiatan menjangkau warga Indonesia di
Kampung Bharu dan mendorong terbangunnya komunikasi kesehatan yang lebih dekat
dengan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Uhamka terus mendorong pelaksanaan Catur
Dharma Perguruan Tinggi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pengabdian internasional juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kontribusi
akademik Uhamka melalui kolaborasi lintas negara, keterlibatan mahasiswa, serta
penerapan keilmuan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua pelaksana, Oktadio Erikardo, menyampaikan bahwa kegiatan ini
bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat
serta pentingnya melakukan pemantauan kesehatan secara berkala, khususnya bagi
penyakit degeneratif.
“Kami ingin masyarakat lebih memahami pentingnya menggunakan obat
secara tepat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Melalui
edukasi dan skrining ini, masyarakat dapat lebih mengenali kondisi kesehatannya
sejak dini,” ujar Oktadio Erikardo.
Kegiatan ini sejalan dengan SDG 3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera)
melalui edukasi penggunaan obat secara tepat dan skrining kesehatan sebagai
upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pencegahan serta pemantauan
penyakit degeneratif.
Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan fasilitas-fasilitas
Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi Unggul, Kampus dengan
taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome Based Education (OBE),
dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah menarik hingga 40%, kamu
bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa
kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang
ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.