240 Siswa-Siswi SMA dari Jabodetabek dan Lampung Akan Ikuti Kegiatan Simulasi Sidang PBB

Kamis, 26 Oktober 2023 | 13:45 WIB Last Updated 2023-10-26T06:45:35Z


KabarPendidikan.id
- Terdapat 240 siswa-siswi jenjang SMA yang berasal dari 46 sekolah dari DKI Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Lampung akan mengikuti kegiatan simulasi sidang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Kegiatan ini merupakan inisiasi dari program Highscope Model United Nations (HSMUN).

 

Tujuan dilaksanakannya kegiatan tersebut yaitu untuk mengembangkan kompetensi dan idealisme para siswa dengan mempelajari bagaimana fungsi kerja PBB, serta membahas masalah dunia yang kini sedang menjadi pusat perhatian PBB.

 

Aldrich Ignatius selaku Sekretaris Jenderal HSMUN 2023 mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan pemahaman siswa mengenai diplomasi, permasalahan dunia global, dan kemampuan menemukan solusi untuk menyelesaikan permasalahan dunia global. Hal tersebut dikarenakan generasi selanjutnya akan memikul tanggung jawab kepemimpinan dan mengambil keputusan penting di tengah situasi yang kompleks ini.

 

"Ini tempat yang tepat untuk berlatih dan mempelajari diplomasi dan negosiasi, dan saya mendorong para peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya, terlibat dalam debat yang bijaksana dan bermanfaat, serta mendengarkan ide-ide pihak lain," ujar Aldrich.

 

Technical meeting mengenai acara tersebut telah dilaksanakan sejak tanggal 18 Oktober 2023 dan dihadiri oleh seluruh peserta dan mantan Duta Besar Indonesia untuk Kenya, Sunu Mahadi Soemarno.

 

Selanjutnya acara dilaksanakan pada 24-25 Oktober 2023 yang dimulai dengan Opening Ceremony dan menghadirkan Diah Satyani Saminarsih, founder dan CEO Center for Indonesia's Strategic Development Initiatives (CISDI) dan Penasihat Gender dan Pemuda untuk Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Selain itu, hadir pula mantan Utusan Tetap Republik Indonesia untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Dr. Dian Triansyah Djani yang juga memberikan pengarahan materi kepada peserta.

 

Dian Triansyah mengatakan, pembelajaran diplomasi tidak terbatas pada format model United Nations saja. Diplomasi dapat dipelajari dan dipraktikkan melalui banyak cara. Ada berbagai jenis diplomasi seperti multilateral, bilateral, dan regional.

 

"Diplomasi bilateral pada intinya adalah membangun hubungan antar individu. Meskipun para peserta terlibat dengan sesama masyarakat Indonesia pada acara ini, kita harus bisa terhubung dengan orang-orang dari berbagai negara, budaya, agama, dan bahasa," ungkap Dian.

 

"Dalam karier apapun, ada aspek dasar diplomasi. Komunikasi, promosi, negosiasi, menjadi representasi suatu organisasi, semuanya harus dipelajari oleh seorang diplomat. Jadi penting bagi siswa untuk mempelajari hal ini sejak dini," tambahnya.

 

(Alifia Angel/adp)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • 240 Siswa-Siswi SMA dari Jabodetabek dan Lampung Akan Ikuti Kegiatan Simulasi Sidang PBB

Trending Now

Iklan

iklan