Dampak Wabah Virus Corona Bagi Dunia Pendidikan

Jumat, 09 April 2021 | 16:05 WIB Last Updated 2021-04-09T09:05:07Z

Laela Dian Permani/ Mahasiswa Uhamka 
Kabarpendidikan.id Indonesia dan negara lainnya sedang melawan virus corona dari awal bulan Maret 2020 sampai sekarang. Banyak sekali yang terkena dampak dari wabah ini mulai dari perekonomian negara, warga kecil maupun warga yang sudah berkecukupan juga merasakan dampaknya termasuk dunia pendidikan. Kebijakan yang diberlakukan pemerintah untuk dunia pendidikan adalah peserta didik wajib belajar di rumah baik dari jenjang PAUD/TK sampai dengan Perguruan Tinggi namun bukan berarti di liburkan tetapi pendidikan masih berjalan melaui proses daring. Siswa belajar di rumah yang pada awalnya hanya berlaku 14 hari namun melihat kondisi Covid-19 semakin naik membuat pemerintah untuk memperpanjang proses elajar di rumah untuk dunia pendidikan.

 

Pengaruh Covid-19 ini membuat dampak posistif dan negatif bagi dunia pendidikan. Dampak posistif dari wabah ini yaitu teknologi informasi dan komunikasi menjadi lebih berkembang saat digunakan untuk proses pembelajaran di rumah. Dengan melakukan belajar secara virtual ini ada banyak informasi dan teknologi baru yang belum ditemui dan digunakan sebelumnya, misalnya pada saat kegiatam belajar berlangsung kita bia menggunakan aplikasi Zoom Meeting, Google Meeting dan segala jenis aplikasi lainnya yang bisa menggantikan belajar tatap muka selama wabah virus ini. Selain itu dengan siswa belajar di rumah dapat memperat hubungan keluarga dan akan lebih banyak berinteraksi dengan orang-orang di rumah yang mungkin selama belajar tatap muka ada siswa yang jarang merasakan hal itu khususnya bagi siswa/mahasiswa yang merantau. Masyarakat semakin sadar begitu pentingnya kesehatan dan banyak masyarakat yang sudah menerapkan pola hidup sehat agar terhindar dari virus corona.

 

Dampak negatif dari wabah virus corona bagi dunia pendidikan adalah masih banyak guru yang belum menggunakan teknologi dalam memberikan materi pembelajaran sampai dengan penugasan akhir. Apalagi selama ini masih banyak guru yang menggunakan cara tradisional dalam pembelajaran tatap muka sehingga kurang bersentuhan dengan media pembelajaran berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Di wilayah daerah juga masih banyak siswa yang tidak memiliki smartphone untuk melakukan pembelajaran secara online, ditambah lagi dengan keterbatasan ekonomi yang sulit dengan adanya wabah virus corona ini. Belajar di rumah ini membuat siswa kurang berinteraksi dengan guru/dosen pada saat pembelajaran berlangsung. Banyak juga siswa yang terancam putus sekolahnya karena tidak mampu lagi membeli paket internet untuk belajar online dan terpaksa bekerja demi membantu perekonomian keluarga. Siswa berisiko kehilangan pembelajaran atau learning loss karena kegiatan belajar tatap muka di kelas menghasilkan pencapaian akademik yang lebih baik daripada pembelajaran jaraj jauh.

 

Tidak ada alasan bagi guru dan siswa yang merasa bekerja/ belajar di rumah menjadi hambatan dan bermalas-malasan sebab belum dapat dipastikan kapan covid-19 akan berakhir. Indonesia saat ini sedang berada pada tahap melawan covid-19. Bisa jadi pembelajaran di rumah akan terus berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Oleh karena itu para guru harus semakin mengembangkan kompetensi dirinya melalui pembelajaran daring, membuat pembelajaran daring yang menyenangkan serta mampu mengasah berpikir kritis siswa (Critical Thinking). Siswa juga harus memiliki peran dalam mengembangkan proses pemebelajaran jarak jauh agar semuanya berjalan dengan baik dan tidak ada yang merasa di rugikan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dampak Wabah Virus Corona Bagi Dunia Pendidikan

Trending Now

Iklan

iklan