Daftar Peranan Penting Pendidikan Tinggi Selama Pandemi

Kamis, 05 November 2020 | 19:09 WIB Last Updated 2020-11-05T12:09:00Z


Kabarpemdidikan.id Selama pandemi Covid-19 melanda Indonesia bahwasanya ada banyak inovasi yang telah dihasilkan oleh banyak kalangan dari dunia pendidikan, diantaranya inovasi hadir dari pendidikan tinggi yang juga berperan dalam membuat inovasi. Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemendikbud, Nizam, terdapat lebih dari 1.000 inovasi yang telah diciptakan oleh mahasiswa. 


Inovasi tersebut diimplementasikan ke dalam bentuk karya teknologi yang mumpuni, seperti: 

Augmented reality (AR) 

Artificial intelligence (AI)

Praktikum secara virtual 


Nizam menjelaskan, inovasi tersebut bukan hanya menjadi prototipe, melainkan telah diproduksi secara massal.


Nizam menekankan terdapat 3 bidang yang menjadi perhatian Kemendikbud selama pandemi Covid-19 diantaranya:


Bidang Ekonomi

Terkait bidang ekonomi, Kemendikbud tengah merelokasikan anggaran sejumlah Rp 1 Triliun guna membantu para mahasiswa yang orangtuanya terdampak secara langsung oleh pandemi, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK). 


"Terdapat sebanyak lebih kurang 400.000 mahasiswa dan masing-masing mendapatkan bantuan dana sebesar Rp 2,4 juta," ujar Nizam, seperti dikutip laman Ditjen Dikti, Selasa (3/11/2020). 


Selain hal tersebut, Kemendikbud juga turut bekerja sama dengan Kementerian Keuangan guna membantu penyediaan akses kuota internet secara gratis bagi 8 juta mahasiswa dan dosen, serta lebih kurang 60 juta siswa.

 

Bidang Kesehatan 

Dari bidang kesehatan, Kemendikbud juga merelokasikan sejumlah anggaran yang ada untuk membantu Rumah Sakit Pendidikan dan Fakultas Kedokteran. 


Seluruh Fakultas Kedokteran dari Rumah Sakit Pendidikan dimobilisasi dan difungsikan sebagai pusat test (test center) yang dimanfaatkan guna menangani tes Covid-19, sekaligus menargetkan dalam waktu yang singkat test center tersebut dapat melakukan tes untuk 8.000 orang. 


"Selain itu, kami memobilisasikan relawan mahasiswa kesehatan sebanyak kurang lebih 15.000 mahasiswa yang dibentuk menjadi Relawan Covid-19 Nasional (Recon)," imbuhnya. 


Para relawan mahasiswa ini membantu dalam hal mitigasi, terutama dalam KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi). 


Terkait Pembelajaran 

Nizam mengatakan, sejumlah 4.700 kampus yang ada, hanya sekitar 200 kampus yang memiliki learning management system (LSM). Kendati demikaian, banyak kampus yang telah menyediakan lebih dari 3.000 modul pada laman Sistem Pembelajaran Daring (Spada). 


Oleh karena itu, kampus yang belum menyiapkan modul pembelajaran daring dapat mengakses laman Spada sebagai platform untuk berbagi modul pembelajaran dan LSM. 


Selama pemberlakuan pembelajaran daring, secara umum mahasiswa dapat menerima materi kuliah dengan baik. Terkait dengan kendala pembelajaran daring, yaitu kualitas koneksi, tidak memiliki korelasi yang tinggi terhadap pencapaian pembelajaran mahasiswa. 


Hal tersebut dikarenakan dosen tetap membagikan semua modul ajarnya kepada mahasiswa, sehingga pencapaian pembelajarannya tetap baik. (LBM)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Daftar Peranan Penting Pendidikan Tinggi Selama Pandemi

Trending Now

Iklan

iklan