KabarPendidikan.id - Kepala sekolah diharapkan mampu menyeimbangkan pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam pendidikan dengan penguatan pendidikan karakter, termasuk penanaman nilai moral, kedisiplinan, dan tanggung jawab kepada peserta didik.
Perkembangan teknologi membawa beragam manfaat bagi sektor
pendidikan, khususnya dalam menciptakan proses pembelajaran yang lebih efektif,
kreatif, dan inovatif. Namun, pemanfaatannya tetap perlu diarahkan untuk
membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga
memiliki kepribadian dan akhlak yang baik.
Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim menyampaikan bahwa
sekolah mempunyai peran strategis dalam membangun karakter peserta didik
melalui pembiasaan perilaku disiplin, jujur, santun, peduli terhadap sesama,
serta bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut
disampaikannya saat menghadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah/Janji Kepala
Sekolah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep, yang berlangsung di Pendopo
Agung Keraton.
Oleh karena itu, kepala sekolah diharapkan dapat menjadi
panutan bagi guru maupun peserta didik serta memastikan bahwa penanaman
nilai-nilai karakter senantiasa terintegrasi dalam kegiatan pembelajaran di
sekolah.
Ia menegaskan bahwa pendidikan tidak semata-mata
berorientasi pada pencapaian nilai akademik, tetapi juga bertujuan membentuk
peserta didik menjadi pribadi yang berkarakter, berakhlak mulia, disiplin, dan
mampu menjalankan tanggung jawabnya.
Menurutnya, kepala sekolah bersama para guru perlu
memperkuat pengawasan dan pendampingan terhadap penggunaan teknologi digital
oleh peserta didik agar teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara bijaksana,
positif, dan bertanggung jawab.
Pemerintah Kabupaten Sumenep berharap teknologi tidak hanya
dimanfaatkan sebagai sumber untuk memperoleh pengetahuan, tetapi juga menjadi
sarana dalam mengembangkan potensi dan kreativitas generasi muda. Dengan
demikian, kemajuan teknologi perlu disertai dengan penguatan nilai-nilai moral.
Ia juga mengimbau kepala sekolah dan guru untuk membangun
sinergi yang lebih kuat dengan orang tua serta masyarakat dalam mendidik dan
membimbing anak-anak. Kolaborasi tersebut diperlukan agar penanaman karakter
dapat berlangsung secara berkelanjutan, baik di sekolah maupun di lingkungan
luar sekolah.
Melalui penguatan pendidikan karakter yang didukung
pemanfaatan teknologi secara tepat, pemerintah daerah berharap kepala sekolah
dan guru dapat melahirkan generasi muda yang unggul dalam ilmu pengetahuan,
terampil menggunakan teknologi, serta memiliki integritas dan kepribadian yang
baik. Wakil Bupati juga menegaskan bahwa sekolah perlu menghasilkan sumber daya
manusia yang mampu menghadapi tantangan zaman sekaligus menjunjung tinggi nilai
moral dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sumenep melalui Dinas
Pendidikan melantik dan mengambil sumpah/janji 129 kepala sekolah. Jumlah
tersebut terdiri atas tiga kepala Taman Kanak-Kanak (TK), 107 kepala Sekolah
Dasar Negeri (SDN), dan 19 kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN).