KabarPendidikan.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember terus berupaya memperbaiki sekaligus meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan. Berdasarkan data Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, total bantuan revitalisasi sekolah yang telah disalurkan mencapai Rp187,38 miliar.
Anggaran tersebut dialokasikan kepada 258 lembaga pendidikan
yang telah menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS). Penyaluran bantuan
dilakukan secara inklusif dengan menyasar 121 sekolah negeri dan 137 sekolah
swasta yang berada di Kabupaten Jember.
Bupati Jember, Gus Fawait, mengatakan bahwa pembenahan
infrastruktur sekolah menjadi salah satu bagian penting dalam upaya
meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di daerah.
"Pendidikan yang unggul dimulai dari lingkungan belajar
yang aman dan nyaman. Alokasi dana revitalisasi ini kami bagikan secara
proporsional, baik untuk lembaga negeri maupun swasta, agar anak-anak kita
mendapatkan fasilitas belajar yang layak tanpa ada diskriminasi," ujar Gus
Fawait pada Selasa (29/9/26).
Mengacu pada rekapitulasi data Dinas Pendidikan Kabupaten
Jember, bantuan revitalisasi tersebut tersebar pada sejumlah jenjang
pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, hingga SMP, dengan alokasi yang berbeda
pada masing-masing jenjang.
"PAUD dan TK menerima alokasi sebesar Rp46,25 miliar
dan tersebar di 117 lembaga. Ratusan lembaga tersebut terdiri atas 3 negeri dan
114 swasta," terangnya.
Pada jenjang sekolah dasar (SD), alokasi bantuan menjadi
yang terbesar dengan nilai mencapai Rp123,94 miliar untuk 120 lembaga. Jumlah
tersebut terdiri atas 106 SD negeri dan 14 SD swasta.
"SMP menerima bantuan senilai Rp17,18 miliar untuk 21
Lembaga. 12 SMP negeri dan 9 SMP swasta," kata bupati.
Jenjang sekolah dasar (SD) tercatat sebagai penerima alokasi
bantuan terbesar, dengan total dana revitalisasi mencapai Rp123,94 miliar yang
diberikan kepada 120 lembaga. Dari jumlah tersebut, sebanyak 106 merupakan SD
negeri dan 14 lainnya merupakan SD swasta.
"SMP menerima bantuan senilai Rp17,18 miliar untuk 21
Lembaga. 12 SMP negeri dan 9 SMP swasta," kata bupati.
Gus Fawait menegaskan bahwa Pemkab Jember akan terus
melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan program revitalisasi sekolah
tersebut. Pengawasan dilakukan untuk memastikan proses pengerjaan berjalan
tepat sasaran, memenuhi standar mutu, serta memberikan manfaat yang optimal
bagi sektor pendidikan di Kabupaten Jember.
Selain itu, Gus Fawait mengajak masyarakat untuk ikut
mengawasi proses revitalisasi sekolah yang berlangsung di wilayah
masing-masing. "Jika ada pengerjaan yang kurang pas dan janggal, bisa
langsung melapor melalui kanal Wadul Gus'e.