KabarPendidikan.id - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menggandeng Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dalam menyalurkan bantuan pendidikan kepada 1.000 mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di wilayah terdampak gempa. Kolaborasi tersebut dilakukan untuk memastikan bantuan dapat diterima oleh mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Pimpinan Pendistribusian, Pendayagunaan, dan Pemberdayaan
BAZNAS, Idy Muzayyad mengatakan, bantuan tersebut ditujukan untuk mendukung
mahasiswa asal NTT agar dapat terus menempuh pendidikan meskipun kondisi
ekonomi keluarga mereka turut terdampak bencana gempa.
"Untuk itulah BAZNAS menyalurkan bantuan pendidikan
senilai Rp1 juta per bulan selama tiga bulan. Jadi, ada sekitar Rp3 juta per
orang yang disalurkan bertahap. Insyaallah, kami akan mengadvokasi untuk 1.000
mahasiswa," ujar Idy dalam Sosialisasi Bantuan Mahasiswa NTT Terdampak
Bencana Gempa Bumi untuk Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP).
Idy menerangkan bahwa pelaksanaan program tersebut akan
melibatkan organisasi kepemudaan dan kemahasiswaan untuk membantu pengelolaan
data sekaligus menjaring mahasiswa yang terdampak bencana. BAZNAS provinsi di
sejumlah daerah yang menjadi lokasi konsentrasi mahasiswa asal NTT, seperti
Yogyakarta, Surabaya, Makassar, Semarang, Jakarta, dan Bandung, juga akan
dilibatkan dalam program tersebut.
Lebih lanjut, Idy menegaskan bahwa proses penyaluran bantuan
tetap berpedoman pada prinsip tiga aman yang diterapkan BAZNAS, yaitu aman
syar'i, aman regulasi, dan aman NKRI. Ia berharap bantuan pendidikan tersebut
dapat membantu mahasiswa mempertahankan keberlanjutan pendidikan selama
keluarga mereka menjalani proses pemulihan setelah bencana.
"Untuk diketahui, bantuan terhadap saudara kita yang
non-Muslim terdampak gempa di NTT berasal dari dana infak dan sedekah,"
tegasnya.
Di sisi lain, Direktur Pemberdayaan BAZNAS RI Agus Siswanto
menyampaikan bahwa terdapat empat jalur yang dibuka BAZNAS untuk menghimpun
data calon penerima bantuan, yakni melalui kampus dan Unit Pengumpul Zakat
(UPZ) kampus, pemerintah pusat dan pemerintah daerah NTT, BAZNAS provinsi atau
kabupaten/kota, serta OKP.
"OKP memiliki peran penting bagi BAZNAS untuk
menyebarkan informasi program ini ke seluruh struktur jaringan dan cabang.
Selain itu, OKP memiliki akses untuk mengetahui masyarakat yang terdampak,
menjaring, dan mendata anggota yang terdampak. Tentunya, kami membutuhkan
bantuan agar yang direkomendasikan adalah anggota atau keluarga anggota yang
memang terdampak gempa," ujar Agus.