KabarPendidikan.id - Musyawarah Nasional (MUNAS) VII Asosiasi Pendidikan Tinggi Informatika dan Komputer (APTIKOM) 2026 yang diikuti 1.152 peserta dari berbagai perguruan tinggi dan institusi terkait melalui konferensi, seminar, klinik akademik, serta lokakarya industry, Mengusung tema transformasi pendidikan tinggi informatika di era kecerdasan artifisial (AI) di Universitas Atma Jaya Yogyakarta, 8 - 9 Oktober 2026.
Pada hari pertama, International Conference on Informatics and Computing (ICIC) 2026 menerima 312 makalah terpilih dari 670 naskah yang diajukan oleh peneliti dari 26 negara. Ketua Umum APTIKOM, Achmad Benny Mutiara, berharap konferensi tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan dan hasil penelitian sekaligus mendorong akademisi beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Kegiatan juga mencakup klinik akademik mengenai penjaminan mutu, kurikulum, akreditasi, dan pengelolaan perguruan tinggi.
Hari kedua dilanjutkan dengan Seminar Nasional Teknologi Informasi dan Komunikasi (SEMNASTIK) 2026 yang menerima 86 karya, dengan 52 di antaranya telah diproses. Dalam seminar tersebut, Anastasia Rita Widiarti memaparkan pemanfaatan riset AI untuk menghasilkan inovasi yang berdampak bagi masyarakat, termasuk aplikasi Jawalens untuk alih aksara Jawa. Sementara itu, Martinus Maslim menekankan pentingnya penerapan AI dalam pendidikan tinggi secara bertanggung jawab dengan memperhatikan privasi data, keadilan, transparansi, keandalan, dan pengawasan manusia.
Selain konferensi dan seminar, MUNAS VII APTIKOM membahas arah pengembangan pendidikan tinggi informatika menuju Indonesia Emas 2045, kebijakan pendidikan nasional, serta kebutuhan kompetensi bidang informatika dan komputer. Kegiatan ini juga ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama dan nota kesepahaman antara perguruan tinggi Indonesia dan Malaysia. Melalui forum tersebut, APTIKOM berharap kolaborasi nasional dan internasional semakin luas untuk memperkuat riset, inovasi, dan daya saing sumber daya manusia di era AI.