KabarPendidikan.id - Sebanyak 178 satuan pendidikan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, tercatat sebagai penerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam membenahi sarana dan prasarana pendidikan sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan pembelajaran bagi peserta didik.
Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan
Menengah Fajar Riza Ul Haq dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bangkalan,
Kamis (17/9/2026). Pada kesempatan itu, Fajar memberikan pembinaan sekaligus
penguatan kepada satuan pendidikan yang menerima bantuan revitalisasi di
Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan.
Data Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan per 16 September
2026 mencatat, bantuan revitalisasi diberikan kepada 55 satuan PAUD, 93 SD, dan
30 SMP yang berada di sejumlah wilayah kecamatan.
Penerima bantuan tersebut tidak hanya berasal dari kawasan
perkotaan, tetapi turut mencakup berbagai kecamatan, di antaranya Arosbaya,
Blega, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Sepulu,
Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, hingga Tragah.
Fajar menilai bertambahnya jumlah sekolah penerima program
revitalisasi di Bangkalan merupakan langkah strategis untuk memperluas
ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai bagi masyarakat.
“Ini bukan sekadar soal berapa banyak sekolah yang dibangun
atau diperbaiki. Ini tentang berapa banyak anak yang nantinya bisa belajar
dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat,” ujar Fajar.
Menurut Fajar, revitalisasi sekolah perlu dimaknai secara
lebih menyeluruh dan tidak berhenti pada pembenahan sarana fisik. Peningkatan
kualitas ruang belajar juga perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas guru,
kepala sekolah, serta penciptaan lingkungan pembelajaran yang mendukung.
“Sekolah yang direvitalisasi harus menjadi sekolah yang
semakin hidup. Bangunannya baik, tetapi pembelajarannya juga harus semakin
baik,” katanya.
Program revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya
pemerintah pusat dalam mencapai target perbaikan sekolah yang memerlukan
penanganan. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan
dapat ditangani sehingga tidak ada lagi sekolah dalam kondisi rusak yang
dibiarkan hingga 2029.
Meski demikian, Fajar menekankan bahwa pembangunan sarana
fisik perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan.
Berdasarkan data Rapor Pendidikan Kabupaten Bangkalan 2025, Indeks Standar
Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di daerah tersebut tercatat sebesar 66,5
atau berada dalam kategori Tuntas Muda.
Indikator tersebut meliputi berbagai aspek pendidikan, di
antaranya tingkat partisipasi sekolah, kemampuan literasi dan numerasi, mutu
layanan PAUD, serta kondisi iklim keamanan dan inklusivitas di lingkungan
sekolah.
Usai memberikan pembinaan di Pendopo Agung Bangkalan, Fajar
meneruskan kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Babussalam, Socah. Dalam
agenda tersebut, ia turut melihat pembangunan SMP Babussalam yang saat ini
telah berada pada tahap akhir dengan capaian progres sekitar 80 persen.
Melalui pelaksanaan program revitalisasi tersebut,
pemerintah berharap pembenahan fasilitas pendidikan dapat menjadi dasar dalam
meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus membuka akses pendidikan
yang lebih luas bagi anak-anak di Kabupaten Bangkalan.