Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq: Revitalisasi Sekolah Harus Diikuti Peningkatan Mutu

Jumat, 18 September 2026 | 16:28 WIB Last Updated 2026-09-18T09:28:35Z


KabarPendidikan.id
- Sebanyak 178 satuan pendidikan di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, tercatat sebagai penerima bantuan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026. Program ini merupakan bagian dari langkah pemerintah dalam membenahi sarana dan prasarana pendidikan sekaligus mendorong peningkatan mutu layanan pembelajaran bagi peserta didik.

 

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq dalam kunjungan kerjanya ke Kabupaten Bangkalan, Kamis (17/9/2026). Pada kesempatan itu, Fajar memberikan pembinaan sekaligus penguatan kepada satuan pendidikan yang menerima bantuan revitalisasi di Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan.

 

Data Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan per 16 September 2026 mencatat, bantuan revitalisasi diberikan kepada 55 satuan PAUD, 93 SD, dan 30 SMP yang berada di sejumlah wilayah kecamatan.

 

Penerima bantuan tersebut tidak hanya berasal dari kawasan perkotaan, tetapi turut mencakup berbagai kecamatan, di antaranya Arosbaya, Blega, Galis, Geger, Kamal, Klampis, Kokop, Konang, Kwanyar, Labang, Sepulu, Socah, Tanah Merah, Tanjungbumi, hingga Tragah.

 

Fajar menilai bertambahnya jumlah sekolah penerima program revitalisasi di Bangkalan merupakan langkah strategis untuk memperluas ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai bagi masyarakat.

 

“Ini bukan sekadar soal berapa banyak sekolah yang dibangun atau diperbaiki. Ini tentang berapa banyak anak yang nantinya bisa belajar dengan lebih aman, nyaman, dan bermartabat,” ujar Fajar.

 

Menurut Fajar, revitalisasi sekolah perlu dimaknai secara lebih menyeluruh dan tidak berhenti pada pembenahan sarana fisik. Peningkatan kualitas ruang belajar juga perlu dibarengi dengan penguatan kapasitas guru, kepala sekolah, serta penciptaan lingkungan pembelajaran yang mendukung.

 

“Sekolah yang direvitalisasi harus menjadi sekolah yang semakin hidup. Bangunannya baik, tetapi pembelajarannya juga harus semakin baik,” katanya.

 

Program revitalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dalam mencapai target perbaikan sekolah yang memerlukan penanganan. Pemerintah menargetkan seluruh sekolah yang mengalami kerusakan dapat ditangani sehingga tidak ada lagi sekolah dalam kondisi rusak yang dibiarkan hingga 2029.

 

Meski demikian, Fajar menekankan bahwa pembangunan sarana fisik perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan. Berdasarkan data Rapor Pendidikan Kabupaten Bangkalan 2025, Indeks Standar Pelayanan Minimal (SPM) pendidikan di daerah tersebut tercatat sebesar 66,5 atau berada dalam kategori Tuntas Muda.

 

Indikator tersebut meliputi berbagai aspek pendidikan, di antaranya tingkat partisipasi sekolah, kemampuan literasi dan numerasi, mutu layanan PAUD, serta kondisi iklim keamanan dan inklusivitas di lingkungan sekolah.

 

Usai memberikan pembinaan di Pendopo Agung Bangkalan, Fajar meneruskan kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Babussalam, Socah. Dalam agenda tersebut, ia turut melihat pembangunan SMP Babussalam yang saat ini telah berada pada tahap akhir dengan capaian progres sekitar 80 persen.

 

Melalui pelaksanaan program revitalisasi tersebut, pemerintah berharap pembenahan fasilitas pendidikan dapat menjadi dasar dalam meningkatkan kualitas proses pembelajaran sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak di Kabupaten Bangkalan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq: Revitalisasi Sekolah Harus Diikuti Peningkatan Mutu

Trending Now

Iklan

iklan