KabarPendidikan.id - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia menindaklanjuti arahan mengenai pendidikan negeri gratis dengan menghitung kebutuhan pembiayaan dan menyiapkan sejumlah opsi pelaksanaan dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/9).
Skema Gratis untuk Jenjang Perguruan Tinggi difokuskan kepada Pendidikan Tinggi Negeri dengan akses pendidikan yang merata bagi seluruh masyarakat, sesuai dengan anggaran yang telah disediakan pemerintah pusat dan Kemdiktisaintek RI.
Mendiktisaintek RI Brian Yuliarto mengatakan pihaknya telah memetakan kebutuhan pembiayaan pendidikan tinggi serta berbagai kemungkinan penerapan pendidikan gratis di perguruan tinggi negeri (PTN). Beberapa opsi yang disiapkan mencakup penerapan secara bertahap, mulai dari mahasiswa baru hingga kelompok mahasiswa berdasarkan kondisi sosial-ekonomi.
Brian menyampaikan bahwa setiap pilihan memiliki kebutuhan anggaran dan konsekuensi berbeda sehingga perlu dihitung secara menyeluruh agar sesuai dengan ruang fiskal pemerintah dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.
"Sebelumnya, Kemdiktisaintek telah menghitung standar pembiayaan mahasiswa di seluruh PTN serta memetakan karakteristik perguruan tinggi dan jumlah mahasiswa. Hasil kajian tersebut akan menjadi bahan Tim Khusus bersama kementerian terkait untuk menyusun skema pendidikan tinggi gratis. Hasil analisis dan perumusan kebijakan selanjutnya ditargetkan dilaporkan kepada Presiden dalam waktu sekitar 2–4 minggu," ucap Brian.