BBPMP Jabar Perkuat Komitmen Wujudkan PAUD Berkualitas, Aman, dan Menyenangkan

Senin, 10 Agustus 2026 | 15:17 WIB Last Updated 2026-08-10T08:17:40Z


KabarPendidikan.id
- Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional ke-42, Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Barat (Jabar) menyelenggarakan kegiatan penguatan komitmen bersama untuk menghadirkan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) yang berkualitas, inklusif, aman, dan menyenangkan. Kegiatan tersebut digelar di Aula Lingga Buana BBPMP Jawa Barat Kampus Jayagiri, Lembang.

 

Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Masmidah Abdul Mu'ti, menyampaikan bahwa Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk kembali memperkuat komitmen seluruh elemen bangsa dalam memenuhi hak anak. Hal tersebut sekaligus menjadi upaya memastikan setiap anak Indonesia mendapatkan layanan pendidikan yang berkualitas, aman, inklusif, dan menyenangkan.

 

Menurut Masmidah, terwujudnya visi Indonesia Emas 2045 sangat bergantung pada kemampuan bangsa dalam mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, kreatif, serta mampu berdaya saing di tingkat global. "Pendidikan harus menjadi ruang yang membahagiakan, memerdekakan, dan memberdayakan setiap anak," ujarnya.

 

Ia menuturkan, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah terus mendorong transformasi pendidikan secara menyeluruh, mulai dari jenjang PAUD hingga pendidikan menengah. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan pendidikan karakter, peningkatan mutu pembelajaran, perlindungan anak, serta penerapan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah sebagai langkah strategis untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan.

 

Masmidah turut menyampaikan apresiasi kepada BBPMP Jawa Barat, pemerintah daerah, Bunda PAUD, para guru, tenaga kependidikan, serta seluruh pihak yang selama ini berkolaborasi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan bagi anak-anak Indonesia.

 

Selain itu, Masmidah menekankan pentingnya penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, baik di lingkungan keluarga maupun sekolah. Menurutnya, pembiasaan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam membangun karakter anak sejak usia dini.

 

"Kepada para pendidik, teruslah menjadi teladan, penggerak, dan sahabat belajar bagi peserta didik. Ciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, bebas dari perundungan, menghargai keberagaman, dan mampu menumbuhkan potensi terbaik setiap anak," pesannya.

 

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Jabar, Samantha Dewi, menyampaikan bahwa setiap anak memiliki hak untuk mendapatkan kesempatan terbaik sejak awal kehidupan, termasuk dalam memperoleh pendidikan.

 

Menurutnya, penerapan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah merupakan bagian dari upaya bersama untuk memberikan kesempatan yang setara bagi setiap anak agar dapat tumbuh dan belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, serta menyenangkan.

 

Ia menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama bagi seorang anak. "Orang tua adalah guru pertama dan keluarga adalah sekolah pertama. Ketika keluarga memberikan kasih sayang, teladan, dan perhatian, anak-anak akan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, berkarakter, dan siap belajar," ungkapnya.

 

Samantha juga mengajak pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam memastikan terpenuhinya berbagai hak anak.

 

"Saya berharap, komitmen yang dibangun hari ini tidak berhenti pada penandatanganan deklarasi, tetapi diwujudkan dalam langkah nyata demi masa depan anak-anak Jawa Barat. Karena anak yang bahagia hari ini adalah pemimpin hebat di masa depan," katanya.

 

Di sisi lain, Kepala BBPMP Jabar, Komalasari, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional dapat menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi antarpemangku kepentingan dalam menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas bagi anak.

 

Ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah menjadi salah satu prioritas dalam pembangunan pendidikan. Program tersebut dinilai penting sebagai fondasi dalam membentuk karakter, mengembangkan kemampuan dasar, sekaligus mempersiapkan anak sebelum memasuki pendidikan dasar.

 

"Melalui program ini, pemerintah berupaya menghadirkan layanan PAUD yang berkualitas, inklusif, aman, dan menyenangkan. Keberhasilannya membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, satuan pendidikan, keluarga, masyarakat, hingga dunia usaha," terangnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Dinas Pendidikan Jabar, Firman Oktora, Bunda PAUD kabupaten/kota, para pendidik, serta sejumlah pemangku kepentingan lainnya di bidang pendidikan.

 

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan Deklarasi Sekolah Aman dan Menyenangkan serta penyerahan piagam kepada Bunda PAUD kabupaten/kota. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan Wajib Belajar Satu Tahun Prasekolah di wilayah Jawa Barat.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • BBPMP Jabar Perkuat Komitmen Wujudkan PAUD Berkualitas, Aman, dan Menyenangkan

Trending Now

Iklan

iklan