Pelatihan dihadiri oleh 25 peserta dari jajaran pengelola, manajemen, dan staf operasional KSPPS Khairu Ummah Mitra Ummat. Kegiatan ini diinisiasi sebagai langkah nyata perguruan tinggi dalam memperkuat pilar ekonomi syariah di tingkat mikro, sekaligus memastikan tata kelola lembaga keuangan umat berjalan secara akuntabel, profesional, dan tetap berada dalam koridor syariat.
Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Uhamka sekaligus narasumber kegiatan, Faozan Amar, menegaskan bahwa koperasi syariah memiliki tanggung jawab moral yang lebih besar daripada sekadar mengejar profitabilitas materi.
"Melalui pelatihan ini, kami ingin
mereorientasi kompas bisnis lembaga keuangan mikro syariah agar kembali pada
hakikat Maqasid Syariah, yaitu menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta
umat. Indikator kinerja koperasi syariah tidak boleh hanya diukur dari
pertumbuhan aset, melainkan dari seberapa besar kemaslahatan dan dampak sosial
yang dirasakan langsung oleh masyarakat bawah, seperti para pedagang
kecil," ujar Faozan Amar yang didampingi Toto Tohari.
Senada dengan hal tersebut, Ketua Koperasi
Sekunder Khairu Ummah, Pepi Januar Pelita, menyambut baik sinergi akademisi dan
praktisi ini. Menurutnya, tantangan dinamika ekonomi modern menuntut koperasi
untuk terus meningkatkan kapasitas SDM.
"Kami sangat mengapresiasi Pelatihan
manajemen strategik berbasis kemaslahatan ini, karena sebagai bukti kolaborasi
antara dunia kampus dan koperasi. KSPPS Khairu Ummah Mitra Ummat beruntung
karena jadikan mitra oleh Uhamka” ujar Pepi yang juga Ketua Dekopinda Kab.
Bogor.
Di tingkat teknis operasional, Ketua KSPPS
Khairu Ummah Mitra Ummat, Cecep Salahuddin, memaparkan komitmennya untuk
langsung menerapkan hasil pelatihan ini ke dalam ekosistem kerja sehari-hari.
"Sebanyak 25 pengelola yang hadir hari
ini tidak hanya pulang membawa teori. Kami langsung menindaklanjutinya dengan
tugas Rencana Tindak Lanjut (RTL) individu. Setiap karyawan wajib
mengimplementasikan budaya kerja Islami—Shiddiq, Amanah, Tabligh, dan
Fathanah—secara konkret. Kami ingin memastikan pelayanan pembiayaan kepada
anggota KSPPS KHU benar-benar adil, transparan, dan bersih dari praktik yang
merugikan jemaah," tegas Cecep.
Pelatihan dikemas secara dinamis
menggunakan metode ceramah interaktif, bedah studi kasus pengelolaan KSPPS,
hingga simulasi penyusunan draf strategi organisasi. Di akhir sesi, para
berkomitmen untuk menyelaraskan kembali visi, misi, serta menyusun Indikator
Kinerja Utama (KPI) baru yang berbasis Maqasid Syariah Index (MSI) guna membawa
KSPPS Khairu Ummah Mitra Ummat menjadi lembaga yang lebih berkah, maju, dan
tepercaya.
Langkah penguatan kelembagaan dan ekonomi
mikro yang sejalan dengan hakikat Maqasid Syariah ini sekaligus menjadi wujud
nyata kontribusi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals
(SDGs), khususnya pada upaya pengentasan kemiskinan (SDG 1), pertumbuhan
ekonomi yang inklusif (SDG 8), serta kemitraan untuk pembangunan (SDG 17).
Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan
fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi
Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome
Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah
menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link
https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per
bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.