KabarPendidikan.id - Pendidikan Bahasa Jepang Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Seminar ke-2 Eurasia Course 2026 dengan tema Why We Should Have Asian Community: Starting Point Necessity of Asian Community, yang dilaksanakan di Aula Ahmad Dahlan, FKIP Uhamka, Rabu (1/4).
Seminar ke-2 Eurasia Course merupakan rangkaian implementasi
kegiatan program hibah Eurasia bersama Uhamka dalam mengedukasi generasi muda,
khususnya di kalangan mahasiswa, mengenai toleransi dan menjaga hubungan antar
masyarakat dunia, tanpa memandang perbedaan etnis antar negara dalam membentuk
komunitas untuk kerja sama mencapai tujuan dan perdamaian, sejalan dengan poin
SDGs 17 Kemitraan untuk Mencapai Tujuan.
Seminar dihadiri oleh Purnama Syae Purrohman selaku Dekan
FKIP Uhamka, Prof. Joon-Kon Chung selaku Narasumber dari Eurasia Foundation,
Rita Agustina selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa, para dosen dan mahasiswa Uhamka
dari program studi Pendidikan Bahasa Jepang yang hadir.
Purnama Syae Purrohman selaku Dekan FKIP Uhamka menyampaikan
bahwa seminar Eurasia Foundation dengan Uhamka ini, merupakan langkah dalam
memperluas wawasan internasional para mahasiswa, dalam mewujudkan
internasionalisasi pendidikan tinggi, melalui membangun jaringan global dalam
menjawab tantangan zaman.
"Eurasia Course 2026 ini merupakan langkah dalam
memperluas wawasan internasional yang sangat penting bagi para mahasiswa, untuk
mewujudkan internasionalisasi pendidikan tinggi sebagai bagian dari generasi
global dalam menghargai budaya antar negara dan etnis serta menjawab tantangan
zaman," ucap Purnama.
Dilain pihak, Prof. Joon-koon Chun selaku Narasumber dari
Eurasia Foundation menyampaikan kesan dan harapannya bagi para mahasiswa
melalui seminar ini, sebagai wadah dalam memahami pentingnya membentuk
komunitas atau organisasi, dalam mencapai tujuan kehidupan yang lebih baik.
"Saya sangat senang sekali bisa datang ke uhamka dan
memberikan pembelajaran di program studi pendidikan bahasa jepang, Saya
berharap mahasiswa dapat terhubung dan memahami mengenai perbedaan budaya dan
etnis seluruh dunia dan sehingga bisa membentuk komunitas kesatuan dalam meraih
tujuan kehidupan yang lebih baik," pungkas Prof. Joon-Koon.