KabarPendidikan.id Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp69,7 miliar untuk merevitalisasi dan merehabilitasi 51 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di Kabupaten Lamongan dan Gresik. Program ini difokuskan pada peningkatan kualitas sarana dan prasarana guna menciptakan lingkungan belajar yang lebih layak dan nyaman.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa peresmian revitalisasi sekolah bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk pengingat agar seluruh pihak turut menjaga fasilitas yang telah dibangun.
“Peresmian ini bukan hanya simbol. Kami ingin menegaskan bahwa fasilitas pendidikan yang sudah diperbaiki harus dirawat bersama agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa komitmen menjaga lingkungan sekolah perlu diwujudkan melalui pengawasan dan pemeliharaan rutin, terutama oleh pihak sekolah.
“Saya berharap para kepala sekolah melakukan pengawasan secara konsisten. Apa yang sudah dibangun dengan anggaran besar ini harus dijaga kualitasnya,” katanya.
Khofifah juga memberi perhatian khusus pada kebersihan fasilitas sanitasi, terutama toilet sekolah, yang menurutnya menjadi indikator penting kesehatan lingkungan belajar.
“Kebersihan toilet sering dianggap hal kecil, padahal sangat menentukan kenyamanan siswa. Sekolah-sekolah dengan sanitasi terawat bisa menjadi contoh bagi yang lain,” tuturnya.
DYL