KabarPendidikan.id - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Prof. Abdul Mu'ti, menyatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terintegrasi dengan gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH) yang bertujuan membentuk kebiasaan positif sekaligus meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk penguatan pendidikan karakter siswa.
Berdasarkan penelitian bersama Laboratorium Sosiologi
Universitas Indonesia, MBG tidak hanya membantu meningkatkan semangat belajar,
tetapi juga memberi pengalaman makan bersama yang menyenangkan serta memastikan
siswa dari keluarga kurang mampu memperoleh asupan gizi yang lebih baik. Hingga
kini, program tersebut telah menjangkau sekitar 49,6 juta siswa atau 93 persen
dari total 53,4 juta pelajar di Indonesia yang tersebar di lebih dari 288 ribu
sekolah.
Pemerintah juga telah menyalurkan modul dan pedoman
pelaksanaan MBG yang terhubung dengan penguatan pendidikan karakter di sekolah.
Selain itu, anggaran pendidikan pada 2026 diproyeksikan meningkat lebih dari
Rp100 triliun untuk mendukung revitalisasi sekitar 70 ribu sekolah serta
memperkuat digitalisasi pembelajaran melalui papan interaktif digital.
Dukungan terhadap program ini juga datang dari Menteri
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi menegaskan MBG bukan
sekadar program gizi, tetapi juga upaya perlindungan anak yang melibatkan
perempuan dan komunitas lokal dalam mendukung kesejahteraan serta perkembangan
anak Indonesia.
“Program MBG bukan sekadar intervensi gizi, tetapi juga
bentuk perlindungan anak yang melibatkan perempuan dan komunitas lokal untuk
mendukung kesejahteraan serta perkembangan anak Indonesia,” ujar Arifah Fauzi.