Sekolah Rakyat Bogor: Boarding School untuk Pembentukan Karakter dan Keterampilan Siswa

Rabu, 21 Januari 2026 | 16:42 WIB Last Updated 2026-01-21T09:42:26Z


KabarPendidikan.id
- Pemerintah Kota Bogor bersama Kementerian Sosial melakukan peninjauan lokasi calon Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya untuk memastikan kesiapan teknis pembangunan sarana pendidikan yang dirancang menampung lebih dari seribu siswa bagi masyarakat.

 

Denny Mulyadi  selaku Sekretaris Daerah Kota Bogor, bersama jajaran perangkat daerah, melakukan pendampingan kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, saat meninjau kondisi kontur tanah di lahan seluas sekitar lima hektare.

 

Kegiatan peninjauan tersebut merupakan langkah awal sebelum dilakukannya penyusunan kajian serta perencanaan pembangunan sekolah yang diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

 

“Alhamdulillah, hari ini Bapak Sekretaris Jenderal meninjau langsung lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor. Saya turut didampingi oleh dinas teknis dan telah melakukan pembahasan secara teknis. Alhamdulillah, sejumlah solusi terkait rencana pembangunan tersebut telah ditemukan,” tutur Denny.

 

Robben menyampaikan bahwa peninjauan lapangan tersebut merupakan bagian dari tahapan persiapan lelang pembangunan yang ditargetkan mulai dilaksanakan pada bulan Juni.

 

“Hari ini kami memulai tahapan awal dengan melakukan peninjauan lapangan, dilanjutkan dengan proses kajian serta penyusunan perencanaan. Insyaallah, paling lambat pada bulan Juni proses lelang sudah dapat dimulai, bahkan diharapkan pekerjaan awal pembangunan dapat segera dilaksanakan,” jelas Robben.

 

Robben menegaskan bahwa dalam enam bulan ke depan Kementerian Sosial bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kota Bogor akan mengoptimalkan seluruh tahapan pembangunan, sehingga pada Juli tahun depan sekolah tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh anak-anak Kota Bogor yang saat ini bersekolah di Cibinong.

 

Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan akan dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan kapasitas tampung minimal antara 1.000 hingga 1.080 siswa. Rencana fasilitas mencakup asrama untuk siswa, ruang kelas, laboratorium, tempat ibadah, lapangan, gedung serbaguna, serta asrama bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.

 

“Karena sekolah ini berbentuk boarding, artinya seluruh aktivitas kehidupan di Sekolah Rakyat berlangsung selama 24 jam di dalam sekolah. Para siswa tidak pulang setiap hari, melainkan tinggal menginap di Sekolah Rakyat,” ungkap Robben.

 

Ia menambahkan bahwa konsep Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto menitikberatkan pada pembentukan karakter, kedisiplinan, semangat kebangsaan, dan nilai keagamaan, sekaligus memberikan keterampilan bersertifikat yang dapat langsung diterapkan oleh para siswa.

 

“Tentunya keterampilan yang tidak asal dan bersertifikasi,” tutup Robben.

 

adp

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sekolah Rakyat Bogor: Boarding School untuk Pembentukan Karakter dan Keterampilan Siswa

Trending Now

Iklan

iklan