KabarPendidikan.id - Pemerintah Kota Bogor bersama Kementerian Sosial melakukan peninjauan lokasi calon Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya untuk memastikan kesiapan teknis pembangunan sarana pendidikan yang dirancang menampung lebih dari seribu siswa bagi masyarakat.
Denny Mulyadi selaku Sekretaris
Daerah Kota Bogor, bersama jajaran perangkat daerah, melakukan pendampingan
kepada Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial, Robben Rico, saat meninjau
kondisi kontur tanah di lahan seluas sekitar lima hektare.
Kegiatan peninjauan tersebut merupakan langkah awal sebelum
dilakukannya penyusunan kajian serta perencanaan pembangunan sekolah yang
diharapkan dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.
“Alhamdulillah, hari ini Bapak Sekretaris Jenderal meninjau
langsung lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Bogor. Saya turut
didampingi oleh dinas teknis dan telah melakukan pembahasan secara teknis.
Alhamdulillah, sejumlah solusi terkait rencana pembangunan tersebut telah
ditemukan,” tutur Denny.
Robben menyampaikan bahwa peninjauan lapangan tersebut
merupakan bagian dari tahapan persiapan lelang pembangunan yang ditargetkan
mulai dilaksanakan pada bulan Juni.
“Hari ini kami memulai tahapan awal dengan melakukan
peninjauan lapangan, dilanjutkan dengan proses kajian serta penyusunan
perencanaan. Insyaallah, paling lambat pada bulan Juni proses lelang sudah
dapat dimulai, bahkan diharapkan pekerjaan awal pembangunan dapat segera
dilaksanakan,” jelas Robben.
Robben menegaskan bahwa dalam enam bulan ke depan
Kementerian Sosial bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Pemerintah Kota Bogor
akan mengoptimalkan seluruh tahapan pembangunan, sehingga pada Juli tahun depan
sekolah tersebut sudah dapat dimanfaatkan oleh anak-anak Kota Bogor yang saat
ini bersekolah di Cibinong.
Ia menyampaikan bahwa pelaksanaan pembangunan akan dilakukan
oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan kapasitas tampung minimal antara 1.000
hingga 1.080 siswa. Rencana fasilitas mencakup asrama untuk siswa, ruang kelas,
laboratorium, tempat ibadah, lapangan, gedung serbaguna, serta asrama bagi
tenaga pendidik dan tenaga kependidikan.
“Karena sekolah ini berbentuk boarding, artinya seluruh
aktivitas kehidupan di Sekolah Rakyat berlangsung selama 24 jam di dalam
sekolah. Para siswa tidak pulang setiap hari, melainkan tinggal menginap di
Sekolah Rakyat,” ungkap Robben.
Ia menambahkan bahwa konsep Sekolah Rakyat yang digagas
Presiden Prabowo Subianto menitikberatkan pada pembentukan karakter,
kedisiplinan, semangat kebangsaan, dan nilai keagamaan, sekaligus memberikan
keterampilan bersertifikat yang dapat langsung diterapkan oleh para siswa.
“Tentunya keterampilan yang tidak asal dan bersertifikasi,” tutup
Robben.
adp