Setiap kelompok terdiri dari 3-4
mahasiswa, dengan total lebih dari 25 mahasiswa terlibat dalam rangka
mewujudkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan yang berbasis pada gotong royong dan
kepedulian sosial. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan
(Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs poin 1 Tanpa Kemiskinan
dan poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya pemberdayaan
ekonomi masyarakat rentan.
Eko Susanto selaku Dosen Pengampu mata
kuliah Kemuhammadiyahan Uhamka menuturkan bahwa mata kuliah Kemuhammadiyahan
bukan hanya tentang pemahaman teori, tetapi juga implementasi nyata dalam
masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk mengajak mahasiswa terlibat langsung
dalam mengidentifikasi kebutuhan keluarga dhuafa melalui observasi awal,
kemudian menyusun program kerja dan proposal yang matang.
"Selama 4 minggu, mereka melakukan
fundraising dengan berbagai cara kreatif, dan hari ini kita sampai pada tahap
penyaluran modal usaha. Tujuan utama adalah membantu keluarga dhuafa memiliki
sumber penghasilan mandiri, bukan hanya memberikan bantuan tunai semata,"
tutur Eko.
Sementara itu, Aditya selaku Ketua
Kegiatan mengatakan, target keluarga dhuafa yang akan mereka berikan batuan
ialah yang memiliki potensi untuk melakuakn wirausaha. Setiap kelompok tentu
masing-masing memiliki program kerjanya sendiri dan membuat proposal agar
kinerja mereka terstruktur dengan baik.
"Kami mulai kegiatan ini dengan
mengunjungi setiap keluarga dhuafa untuk memahami kondisi sebenarnya dan
potensi usaha yang bisa mereka jalankan. Setelah itu, masing-masing kelompok
membuat program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga,
lalu menyusun proposal untuk memastikan program berjalan dengan baik. Proses
fundraising selama 4 minggu tidaklah mudah, tetapi dukungan dari berbagai pihak
membuat kita bisa mencapai target. Kami berharap bantuan modal usaha ini bisa
menjadi awal yang baik bagi keluarga penerima untuk meningkatkan taraf hidup
mereka," ujar Aditya.
Rasa terima kasih dari Hariyanti sebagai
penerima manfaat yang diberikan oleh mahasiswa Farmasi Uhamka sehingga
pemberian ini akan dijadikan sebagai usaha dalam penjulalan makanan ringan.
"Saya sangat berterima kasih kepada
mahasiswa FFS Uhamka yang telah memberikan kesempatan ini. Sebelumnya, saya
hanya bisa mencari nafkah dengan pekerjaan sampingan yang tidak tetap. Dengan
bantuan modal usaha ini, saya akan menjalankan usaha penjualan makanan ringan
yang sudah kami rencanakan bersama. Semoga usaha ini bisa berkembang dan saya
juga bisa membantu keluarga lain kelak, mengikuti contoh kepedulian yang
diberikan oleh mahasiswa dan pihak kampus," ujar Hariyani.
Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan
fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi
Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome
Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah
menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link
https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per
bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.