Mahasiswa FFS Uhamka Dukung SDGs Poin 1 dan 8 melalui Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Jakarta Timur

Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:28 WIB Last Updated 2026-01-17T01:28:11Z

Kabarpendidikan.id Mahasiswa dari Fakultas Farmasi dan Sains (FFS) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) Smester V kelas D dalam mata kuliah Kemuhammadiyahan sebanyak delapan kelompok menggelar kegiatan pemberdayaan keluarga dhuafa di wilayah Jakarta Timur, Rabu (14/1).

 

Setiap kelompok terdiri dari 3-4 mahasiswa, dengan total lebih dari 25 mahasiswa terlibat dalam rangka mewujudkan nilai-nilai Kemuhammadiyahan yang berbasis pada gotong royong dan kepedulian sosial. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDGs poin 1 Tanpa Kemiskinan dan poin 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat rentan.

 

Eko Susanto selaku Dosen Pengampu mata kuliah Kemuhammadiyahan Uhamka menuturkan bahwa mata kuliah Kemuhammadiyahan bukan hanya tentang pemahaman teori, tetapi juga implementasi nyata dalam masyarakat. Kegiatan ini dirancang untuk mengajak mahasiswa terlibat langsung dalam mengidentifikasi kebutuhan keluarga dhuafa melalui observasi awal, kemudian menyusun program kerja dan proposal yang matang.

 

"Selama 4 minggu, mereka melakukan fundraising dengan berbagai cara kreatif, dan hari ini kita sampai pada tahap penyaluran modal usaha. Tujuan utama adalah membantu keluarga dhuafa memiliki sumber penghasilan mandiri, bukan hanya memberikan bantuan tunai semata," tutur Eko.

 

Sementara itu, Aditya selaku Ketua Kegiatan mengatakan, target keluarga dhuafa yang akan mereka berikan batuan ialah yang memiliki potensi untuk melakuakn wirausaha. Setiap kelompok tentu masing-masing memiliki program kerjanya sendiri dan membuat proposal agar kinerja mereka terstruktur dengan baik.

 

"Kami mulai kegiatan ini dengan mengunjungi setiap keluarga dhuafa untuk memahami kondisi sebenarnya dan potensi usaha yang bisa mereka jalankan. Setelah itu, masing-masing kelompok membuat program kerja yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing keluarga, lalu menyusun proposal untuk memastikan program berjalan dengan baik. Proses fundraising selama 4 minggu tidaklah mudah, tetapi dukungan dari berbagai pihak membuat kita bisa mencapai target. Kami berharap bantuan modal usaha ini bisa menjadi awal yang baik bagi keluarga penerima untuk meningkatkan taraf hidup mereka," ujar Aditya.

 

Rasa terima kasih dari Hariyanti sebagai penerima manfaat yang diberikan oleh mahasiswa Farmasi Uhamka sehingga pemberian ini akan dijadikan sebagai usaha dalam penjulalan makanan ringan.

 

"Saya sangat berterima kasih kepada mahasiswa FFS Uhamka yang telah memberikan kesempatan ini. Sebelumnya, saya hanya bisa mencari nafkah dengan pekerjaan sampingan yang tidak tetap. Dengan bantuan modal usaha ini, saya akan menjalankan usaha penjualan makanan ringan yang sudah kami rencanakan bersama. Semoga usaha ini bisa berkembang dan saya juga bisa membantu keluarga lain kelak, mengikuti contoh kepedulian yang diberikan oleh mahasiswa dan pihak kampus," ujar Hariyani.

 

Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.

 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mahasiswa FFS Uhamka Dukung SDGs Poin 1 dan 8 melalui Pemberdayaan Keluarga Dhuafa di Jakarta Timur

Trending Now

Iklan

iklan