KabarPendidikan.id - Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Garut, Nurrodhin, menyampaikan catatan kritis mengenai kondisi pendidikan di Kabupaten Garut. Ia menyoroti terjadinya penurunan yang cukup signifikan pada angka keberlanjutan sekolah dari jenjang Sekolah Dasar (SD) ke Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Berdasarkan data yang ada, tingkat partisipasi pendidikan
pada jenjang Sekolah Dasar (SD) tercatat mencapai 99 persen. Namun, angka
tersebut mengalami penurunan menjadi 87 persen pada jenjang Sekolah Menengah
Pertama (SMP).
“Ada sekitar 13 persen siswa yang tidak melanjutkan
pendidikan ke jenjang selanjutnya. Saya meminta jajaran Pimpinan Daerah Ikatan
Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) melalui cabang di masing-masing wilayah untuk
melakukan penelusuran dan pendataan terhadap siswa SD yang tidak melanjutkan ke
SLTP. Ayo bersama-sama menuntaskan persoalan berkaitan dengan kependidikan di
Kabupaten Garut,” ujarnya di sela Pengukuhan Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar
Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Garut Periode 2025–2027.
Sementara itu, Agus Rahmat Nugraha selaku Ketua Umum
Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Garut berpesan agar pengurus baru
tidak hanya berfokus pada program formal, tetapi juga pada pembentukan karakter
manusia dan kepedulian lingkungan.
“Namun, yang paling utama di balik semua itu adalah upaya
menyelesaikan persoalan lingkungan dengan terlebih dahulu membenahi manusianya,
mulai dari penataan hati hingga mengarahkan kembali perilaku agar sesuai dengan
nilai-nilai yang semestinya,”ujarnya.
Di akhir pernyataannya, ia berpesan agar pelajar
Muhammadiyah di Garut memiliki rasa tanggung jawab yang kuat terhadap berbagai
persoalan sosial yang terjadi di tengah kehidupan masyarakat.
adp