KabarPendidikan.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 166 titik Sekolah Rakyat secara serentak di seluruh Indonesia. Acara pusat digelar di Sekolah Rakyat Terpadu (SRT) 9 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, yang terletak di lingkungan Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS). Pada kesempatan yang sama, dilakukan groundbreaking untuk pembangunan 104 Sekolah Rakyat permanen di berbagai daerah.
Program ini sudah berjalan sejak 2025, dengan 166 titik
rintisan yang kini beroperasi 164 di antaranya sudah aktif menurut yang telah
dicakup oleh Pemerintah. Target ambisiusnya mencapai 200 titik pada 2027.
Sebarannya merata: Pulau Jawa sebanyak 70 titik, Sumatera sebanyak 35, Sulawesi
sebanyak 28 titik, Kalimantan sebanyak 13, Maluku sebanyak 7 titik, Bali-Nusa
Tenggara sebanyak 7 titik, dan Papua sebanyak 6 titik.
Perkembangannya dibagi tiga tahap: Tahap 1A sebanyak 63
titik, mulai 14 Juli 2025, 1B sebanyak 37 titik, mulai 1 Agustus 2025, dan 1C sebanyak
66 titik, pada September 2025. Berdasarkan Permensos Nomor 7 Tahun 2025,
jenisnya meliputi Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP), Menengah Atas (SRMA),
dan Terintegrasi (SRT).