Teratai, Kita, dan Rahasia Keindahan

Sabtu, 13 Desember 2025 | 07:09 WIB Last Updated 2025-12-13T00:09:00Z


Oleh : Amalia Cahaya


Ada bunga yang lahir dari lumpur, namun dipuja oleh para penyendiri, para perenung, dan para pencari makna: teratai.

Ia bukan sekadar bunga; ia adalah metafora yang terlalu jujur untuk sebuah dunia yang sering memuja kilau, namun takut menghadapi kedalaman


Teratai mengajarkan satu kebenaran yang kadang sulit kita terima:

tidak ada kemurnian yang benar-benar lahir dari tempat yang bersih


Dari air keruh, ia mengangkat dirinya pelan-pelan; tanpa tergesa, tanpa ambisi untuk menjadi lebih dari yang seharusnya

Keindahan itu tidak muncul karena ia sempurna

tetapi karena ia berani tumbuh meski tahu dirinya dilihat dari tempat yang tidak selalu indah


Dalam hidup, kita pun sering berada di tengah lumpur:

dari kesalahan, luka hati, ucapan yang tidak sempat ditarik kembali

hingga harapan-harapan kecil yang kita kubur karena takut kecewa

Namun, seperti teratai mungkin kita hanya perlu naik sedikit demi sedikit membiarkan diri kita menyentuh cahaya yang selama ini kita kira jauh


Banyak orang berkata bahwa teratai adalah bunga yang bijaksana.

Bagiku, teratai lebih dari itu Ia adalah bunga yang menggoda kita untuk jujur pada diri sendiri

bahwa ada bagian dari kita yang ingin keluar dari gelap,

tapi masih malu mengakui bahwa kita pantas untuk terang.


Dan mungkin sayangku…

kebenaran terbesar dari teratai adalah ini:


Keindahan tidak pernah lahir dari ketiadaan luka

Ia tumbuh justru dari keberanian untuk tidak menyerah


Seperti teratai yang mekar tanpa suara

kita pun bisa menjadi indah tanpa perlu membuktikan apa pun kepada siapa pun

Cukup hadir

Cukup bertahan

Cukup menjadi diri sendiri yang terus mencari cahaya; 

meski perlahan, meski dari lumpur yang paling sunyi

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Teratai, Kita, dan Rahasia Keindahan

Trending Now

Iklan

iklan