Pengamat Pendidikan Wajarkan yang Ragu terhadap Kurikulum Merdeka

Kamis, 21 April 2022 | 11:52 WIB Last Updated 2022-05-09T04:54:03Z


KabarPendidikan.id - Setelah Kurikulum Prototipe terbentuk, hadirlah Kurikulum Merdeka. Kurikulum Prototipe lebih masif dan lama digunakan di Sekolah Penggerak.

Tetapi, evaluasi terkait Kurikulum Prototipe Hingga saat ini belum ada hasil. Justru akhir-akhir ini Kemendikbudristek mengubah Kurikulum Prototipe menjadi Kurikulum Merdeka.

“Sampai sekarang belum ada evaluasi menyeluruh tentang keampuhan Kurikulum Merdeka, terutama dalam mengatasi learning loss saat ini. Tapi, saat ini malah diresmikan sebagai Kurikulum Merdeka,” kata Doni Koesoema selaku pengamat pendidikan, dalam siaran YouTube bertajuk Pendidikan Karakter Utuh dikutip Kamis, 21 April 2022.

Doni menilai Kurikulum Merdeka di Sekolah Penggerak masih belum jelas uji coba terbatasnya. Sebab, sampai saat ini naskah kajian terkait yang disosialisasikan Kemendikbudristek belum ada.

“Jadi, akhirnya belum ada panduan utuh dan lengkap untuk melaksanakan Kurikulum Merdeka,” tutur Doni.

Dengan belum adanya hasil implementasi dari Kurikulum Merdeka, Doni menilai pihak-pihak yang ragu dan tidak memilih menerapkan Kurikulum Merdeka di satuan pendidikan itu hal wajar.

“Kita belum melihat kekurangan dan kelebihannya di mana. Dan seandainya sudah ada pun dalam proses pengembangan kurikulum, semestinya ketika sudah ada catatan implementasi yang sebelumnya, maka harus diperbaiki, diuji coba lagi secara terbatas minimal satu tahun apakah efektif atau tidak. Barulah kemudian diterapkan dalam skala besar,” tutur Doni.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Pengamat Pendidikan Wajarkan yang Ragu terhadap Kurikulum Merdeka

Trending Now

Iklan

iklan