Wujud Peduli Terhadap Masyarakat, LPPM Uhamka Lakukan Pelatihan Pemanfaatan Sampah

Kamis, 23 Desember 2021 | 15:42 WIB Last Updated 2021-12-24T01:13:57Z


Kabarpendidikan.id
Sampah termasuk dalam masalah kultural lantaran pengaruhnya terhadap berbagai aspek kehidupan, terutama di kota-kota besar salah satunya di Ibukota Jakarta (DKI)  lebih tepatnya di kawasan perkampungan nelayan, Cilincing, Jakarta utara, khususnya kawasan pesisir.

 

Sampah yang tidak tertangani dengan baik, khususnya sampah organik, banyak menimbulkan  masalah sebab sampah dibiarkan berceceran, hingga dibuang ke laut, membuat lingkungan menjadi tidak nyaman dan secara langsung dapat mempengaruhi lingkungan hingga kesehatan masyarakat pesisir.

 

Berangkat dari masalah itu, Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) Uhamka yang didanai oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi (Ditjen Dikti) melakukan pengabdian masyarakat berbasis hasil penelitian dalam bentuk kegiatan Penyuluhan Peduli Kesehatan Lingkungan dan Pelatihan Pembuatan eco-enzyme dengan sasaran masyarakat Kampung Nelayan, Cilincing, Jakarta Utara pada tangga 15 hingga 16 Desember 2021.


Program pengabdian masyarakat ini bernama Bantuan Pendanaan Program Pembelajaran Kolaboratif yang Berorientasi pada Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, yang diketuai oleh Prof Nani Solihati dan beranggotakan Awaluddin Hidayat Ramli Inaku, Rindita, Achmad Abimubarok dan Tahyatul Bariroh.

 

Pada hari pertama, masyarakat mendapatkan penyuluhan mengenai Dampak Sampah Organik bagi Kesehatan dan Lingkungan Pesisir dengan pemateri Awaluddin Hidayat Ramli Inaku selaku Dosen Kesehatan Lingkungan, FIKES Uhamka.

 

Dalam pemaparannya akan dibahas mengenai  pengantar sampah, dampak bagi kesehatan dan lingkungan, serta cara pengolahan sampah organik dengan metode eco-enzyme. Dari kegiatan tersebut bisa dilihat bahwa masyarakat memiliki pemahaman materi yang baik dengan meningkatkan pemahaman terhadap hasil review pre dan post test sebesar 15-17%.

 

Pada hari kedua, masyarakat dilatih cara membuat eco-enzyme menggunakan sampah organik dari masyarakat yang dipaparkan oleh Awaluddin Hidayat Ramli Inaku dan Rindita selaku Dosen Farmasi, FFS Uhamka.

 

Dalam pelatiihan, masyarakat tampak antusias untuk berpartisipasi dalam proses produksi eco-enzyme lantaran belum pernah ada pelatihan semacam ini.

 

"Tidak ada pelatihan seperti pemanfaatan sampah seperti ini yang dilakukan di daerah kami," tutur salah satu warga.

 

Seluruh pihak yang terlibat termasuk masyarakat berharap untuk dilakukannya lagi kegiatan bermanfaat ini untuk menambah  pengetahuan dan keterampilan masyarakat desa nelayan. Cilicing, utara Jakarta.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wujud Peduli Terhadap Masyarakat, LPPM Uhamka Lakukan Pelatihan Pemanfaatan Sampah

Trending Now

Iklan

iklan