KabarPendidikan.id - Bayangkan sebuah dunia di mana setengah dari populasinya diprediksi mengalami obesitas pada tahun 2035. Ancaman nyata inilah yang membawa Ana Nur Anisa, mahasiswi Program Studi Gizi Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan (FIKES) Uhamka, berdiri di jantung ibu kota untuk terlibat aktif dalam kegiatan yang berfokus pada dunia kesehatan.
Ana dipercaya menjadi
Master of Ceremony (MC) dalam gelaran bergengsi peringatan World Obesity Day
2026 yang diinisiasi oleh Center for Indonesia’s Strategic Development Initiatives (CISDI) di Sarinah, Thamrin, Sabtu (7/3).
Mengusung tema "Finding Healthy Food: Misi
Keluar dari Lingkungan Pangan Tidak Sehat", acara ini menjadi panggung
kolaborasi antara Kementerian Kesehatan RI, Dinkes DKI Jakarta, akademisi,
hingga masyarakat sipil.
Acara ini menyoroti bagaimana produk Ultra
Processed Food (UPF) perlahan menggeser konsumsi makanan asli (real food).
Salah satu daya tarik utama adalah peluncuran animasi kreatif yang
menggambarkan perjuangan "Pasukan Kucing Healthy Rangers" melawan
"Monster Yupief" sebuah personifikasi cerdas tentang bahaya konsumsi
gula berlebih bagi masyarakat urban.
Tak hanya sekadar seremonial, kegiatan ini
merupakan bagian dari advokasi kebijakan komprehensif, mulai dari penerapan
cukai minuman berpemanis dalam kemasan (MBDK), pelabelan peringatan depan
kemasan (FOPL), hingga pembatasan pemasaran produk tinggi GGL (Gula, Garam,
Lemak).
Bagi Ana Nur Anisa, kesempatan ini bermula dari
antusiasmenya yang besar terhadap isu kesehatan masyarakat. Berawal dari
perannya sebagai edukator di booth Kantin Sehat, ketertarikan Ana pada isu gizi
membawanya berani mengambil tantangan sebagai pemandu acara di level nasional.
"Sebelumnya saya sering memandu acara
internal kampus, namun melangkah ke ranah eksternal di hadapan khalayak umum
seperti di Sarinah memberikan perspektif baru. Saya tidak hanya memandu acara,
tapi ikut menyerap langsung kegelisahan dan solusi yang dibicarakan para ahli
mengenai masa depan kesehatan Indonesia" ungkap Ana.
Keterlibatan Ana menjadi bukti nyata bahwa
mahasiswa Gizi Uhamka tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki
soft skill dan kepedulian tinggi dalam mengawal isu kesehatan nasional di
panggung publik.