IPK Tinggi dan Aktif Berorganisasi, Lebih Penting yang Mana?

Kamis, 15 April 2021 | 11:19 WIB Last Updated 2021-04-15T05:31:48Z


(Dea Aulia Parinduri/ Mahasiswa Uhamka)

Kabarpendidikan.id Ada banyak tipe mahasiswa yang bisa kamu temui saat berada di masa kuliah. Pada semester awal, mahasiswa baru pasti sangat terkejut sekaligus bingung dengan suasana perkuliahan yang sangat berbeda dengan suasana sekolah. Mereka semua memiliki idealis mereka masing-masing, seperti mendapatkan IPK yang tinggi disetiap semester, ingin lulus cumlaude, dan juga aktif dalam organisasi mahasiswa. Namun setelah melalui beberapa semester, idealisme tersebut berkurang menjadi antara ingin memiliki IPK yang tinggi atau ingin aktif dalam organisasi mahasiswa. Lalu, mana yang lebih berguna? IPK tinggi atau aktif organisasi mahasiswa? Pertanyaan ini sangat membingungkan bagi hampir seluruh mahasiswa dan menjadi pro-kontra.

 

Sekarang-sekarang ini banyak mahasiswa yang menginginkan nilai IPK yang tinggi. IPK tinggi menjadi kebanggaan mereka untuk di tunjukkan kepada teman-teman mereka, agar orang mengira bahwa mereka itu hebat. Namun sebenarnya memiliki IPK tinggi maupun aktif organisasi sama-sama penting dan berguna untuk masa depan para mahasiswa, khususnya dalam hal mendapatkan pekerjaan sesuai keinginan kita.

 

Memiliki IPK tinggi ataupun aktif organisasi mahasiswa memiliki kelebihan atau keuntungan masing-masing. Keuntungan memiliki IPK tinggi diantara lain yang pertama, memberikan banyak pilihan pekerjaan. Banyak perusahaan yang menjadikan IPK sebagai syarat wajib agar diterima dipekerjaan tersebut, rata-rata perusahaan mencantumkan minimal IPK 3.00 untuk para pelamar pekerjaan. Kedua, mempermudah kamu mendapatkan beasiswa. Sebagian beasiswa mengharuskan memiliki minimal IPK 3.00, bahkan ada yang memiliki syarat IPK 3.50. ketiga, aman dari drop out. Alasan seorang mahasiswa di drop out dari kampus selain tidak lulus-lulus ialah mahasiswa tersebut memiliki IPK yang kecil. Keempat, memberikan kebanggaan tersendiri. Siapapun yang memliki IPK tinggi akan merasa bangga terhadap dirinya dan juga akan disandang dengan hal-hal positif seperti anak pintar, anak rajin, dan sebagainya.

 

Demikian juga dengan mahasiswa yang lebih aktif dalam organisasi akan mendapatkan beberapa keuntungan, antara lain yang pertama, akan “mempercantik” CV. Tidak hanya IPK, pengalaman organisasi juga sangat berpengaruh dalam CV mu. Dengan mengikuti organisasi kamu dianggap memiliki banyak pengalaman dan juga sudah terbiasa bekerja sama dengan orang lain untuk mencapai tujuan yang sama. Kedua, tempat mengasah soft skill. Mahasiswa yang ikut organisasi biasanya bisa mengasah soft skill manajemen diri maupun skill untuk me-manage orang lain. Ketiga, bertemu banyak orang. Dengan bertemu banyak orang, kamu akan belajar banyak hal. Belajar berinteraksi dengan orang baru yang memiliki latar belakang yang berbeda dan kamu juga akan bekerja sama dengan orang-orang yang memiliki sifat yang berbeda-beda. Keempat, lebih banyak praktek daripada teori. Jika kamu mengikuti organisasi, kamu akan belajar mempraktekan apapun yang berhubungan dengan pekerjaanmu di dalam organisasi.

 

Pada dasarnya, antara IPK tinggi dengan organisasi mahasiswa memiliki keterkaitan dan ketergantungan. IPK tinggi tanpa diimbangi soft skill dan soft skill tanpa dibekali IPK tinggi akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap hasil kerja mereka. Sah-sah saja jika kita ingin menjalankan keduanya secara sekaligus, asalkan kita semua (mahasiswa) dapat seimbang dalam menjalani keduanya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • IPK Tinggi dan Aktif Berorganisasi, Lebih Penting yang Mana?

Trending Now

Iklan

iklan