KabarPendidikan.id - Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menginstruksikan seluruh perangkat daerah untuk meningkatkan kinerja pembangunan dengan berfokus pada perbaikan infrastruktur jalan, peningkatan mutu pendidikan, serta pemerataan akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat.
Arahan tersebut disampaikan ketika memimpin Rapat Pimpinan
(Rapim) Evaluasi dan Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan Pembangunan Kabupaten
Bekasi Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang KH R. Ma'mun Nawawi,
Kantor Bupati Bekasi, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bekasi, Cikarang Pusat.
Dalam rapat tersebut, Bupati Asep didampingi Sekretaris
Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin beserta jajaran asisten daerah.
Asep menyampaikan bahwa perbaikan infrastruktur jalan
menjadi salah satu agenda prioritas yang harus segera ditangani. Hal ini
menyusul banyaknya laporan masyarakat mengenai kerusakan jalan kabupaten.
Menindaklanjuti hal tersebut, ia menginstruksikan Dinas
Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi bersama perangkat daerah
terkait untuk berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan desa guna melakukan
pendataan kondisi jalan secara komprehensif.
Data yang dihimpun harus memuat panjang ruas jalan
berdasarkan kondisinya, mulai dari kategori baik, rusak berat, rusak sedang,
hingga rusak ringan. Hasil pendataan tersebut diharapkan dapat menjadi dasar
bagi pemerintah daerah dalam menetapkan prioritas perbaikan secara tepat.
"Saya ingin mengetahui berapa kilometer jalan yang
kondisinya baik, rusak berat, rusak sedang, maupun rusak ringan. Hal ini harus
dikoordinasikan antara camat dan dinas terkait," kata Asep seusai memimpin
Rapim.
Tidak hanya infrastruktur, Asep turut menyoroti pentingnya
sektor kesehatan. Ia berharap seluruh warga Kabupaten Bekasi memperoleh
perlindungan jaminan kesehatan melalui BPJS Kesehatan agar dapat mengakses
fasilitas dan pelayanan kesehatan secara lebih mudah.
Guna mewujudkan target tersebut, ia meminta sejumlah
perangkat daerah memperbarui sekaligus menyelaraskan data kepesertaan BPJS
Kesehatan. Pemutakhiran ini mencakup data warga yang telah meninggal dunia,
berpindah tempat tinggal, hingga kelompok pekerja yang belum memperoleh jaminan
kesehatan.
Upaya koordinasi ini melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas
Sosial, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Ketenagakerjaan, serta
BPJS Kesehatan.
Menurut Asep, penyelarasan data menjadi langkah penting
untuk memastikan bantuan kepesertaan BPJS Kesehatan diberikan kepada masyarakat
yang tepat sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan anggaran daerah.
"Saya ingin besok seluruh masyarakat sudah terlindungi
BPJS untuk urusan kesehatan. Saya akan menandatangani kerja sama dengan
BPJS," jelasnya.
Pada sektor pendidikan, Asep juga menginstruksikan agar
pendataan kondisi seluruh sekolah di Kabupaten Bekasi dilakukan secara
menyeluruh. Langkah ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan sarana dan
prasarana pendidikan sehingga program peningkatan kualitas pendidikan dapat
disusun dengan lebih terencana.
Sementara itu, terkait pelayanan perizinan, Asep mendorong
penguatan koordinasi antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu
Pintu (DPMPTSP) dengan perangkat daerah teknis, terutama Dinas Cipta Karya dan
Tata Ruang.
Ia menekankan bahwa pelayanan perizinan perlu terus
disederhanakan agar prosesnya berlangsung lebih mudah dan cepat, termasuk dalam
penerbitan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
"Saya ingin koordinasi antara PTSP dan dinas terkait,
khususnya Cipta Karya, kembali diperkuat agar proses perizinan dapat
berlangsung lebih cepat," tegasnya.
Melalui pelaksanaan Rapim tersebut, Asep berharap seluruh
perangkat daerah mampu menetapkan program prioritas sesuai kebutuhan
masyarakat, meningkatkan sinergi lintas sektor, serta memastikan setiap agenda
pembangunan terlaksana secara efektif dan memberikan dampak positif bagi warga
Kabupaten Bekasi.