KabarPendidikan.id - Pemerintah terus memperkuat komitmennya dalam memperluas akses pendidikan melalui peningkatan kualitas pembelajaran, penerapan digitalisasi pendidikan, pembangunan infrastruktur pendukung, serta penguatan kesejahteraan guru. Berbagai langkah tersebut ditempuh untuk memastikan setiap anak Indonesia, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil, memperoleh kesempatan pendidikan yang setara.
Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Syahganda
Nainggolan, menyampaikan bahwa pembangunan pendidikan tidak sebatas pada
kegiatan belajar-mengajar di kelas, tetapi juga mencakup berbagai aspek yang
mendukung kemudahan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan.
Menurut Syahganda, pemerintah melalui Kementerian Pendidikan
Dasar dan Menengah telah melaksanakan beragam program untuk memajukan sektor
pendidikan. Meski demikian, pelaksanaan berbagai program tersebut dinilai masih
perlu diiringi dengan penyampaian informasi yang lebih luas agar dapat
diketahui masyarakat.
“Pemerintah sudah bekerja keras, termasuk Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah, tetapi berbagai upaya tersebut belum
terkomunikasikan dengan baik kepada masyarakat,” ujar Syahganda saat berkunjung
ke Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah di Jakarta.
Pendidikan yang Merata
Syahganda menjelaskan bahwa pemerataan akses pendidikan
merupakan salah satu prioritas pemerintah. Untuk mewujudkannya, berbagai upaya
terus dikembangkan, di antaranya melalui digitalisasi pendidikan, peningkatan
kapasitas guru, serta perluasan jangkauan layanan pendidikan ke berbagai
wilayah.
Meski demikian, Syahganda berpandangan bahwa penyediaan
program pendidikan dan tenaga pengajar belum cukup untuk mengatasi kesenjangan
akses yang masih dirasakan sebagian masyarakat. Ketersediaan infrastruktur
pendukung, terutama di wilayah dengan tantangan geografis, juga menjadi aspek
penting dalam menjamin kemudahan anak-anak untuk bersekolah.
Ia mencontohkan pembangunan jembatan yang menghubungkan
desa-desa terpencil sebagai salah satu bentuk infrastruktur yang dapat
memberikan manfaat nyata bagi akses pendidikan. Keberadaan jembatan tersebut
membantu memperlancar mobilitas masyarakat, termasuk anak-anak yang setiap hari
harus menempuh perjalanan untuk mencapai sekolah.
“Dengan adanya jembatan yang menghubungkan wilayah-wilayah
yang sebelumnya terpisah oleh sungai, masyarakat, khususnya anak-anak, kini
dapat bersekolah dengan lebih mudah,” tuturnya.
Syahganda menegaskan bahwa pembangunan pendidikan memerlukan
kerja sama antarsektor. Kementerian yang membidangi pendidikan berperan dalam
memperkuat sistem pembelajaran, meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, dan
menghadirkan layanan pendidikan bermutu. Sementara itu, kementerian dan lembaga
terkait mendukung upaya tersebut melalui pembangunan infrastruktur guna
mengurangi berbagai hambatan akses yang dihadapi masyarakat. Kolaborasi ini
menjadi bagian penting untuk memastikan hasil pembangunan pendidikan dapat
dinikmati secara merata hingga ke pelosok daerah.
Di samping pemerataan akses, Syahganda turut menyoroti
pentingnya perhatian pemerintah terhadap kesejahteraan guru. Menurutnya,
dukungan berupa tunjangan dan beragam program bantuan merupakan bagian penting
dalam memperkuat kualitas serta keberlanjutan pembangunan pendidikan nasional.
“Perhatian pemerintah terhadap nasib guru selama ini begitu
luar biasa, baik melalui pemberian tunjangan maupun berbagai bantuan lainnya.
Perhatian tersebut diberikan kepada guru yang sudah tercatat sebagai aparatur
sipil negara maupun yang belum tercatat sebagai ASN,” ungkapnya.
Syahganda meyakini bahwa pendidikan berkualitas menjadi
salah satu faktor utama dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Melalui
akses pendidikan yang semakin luas dan dukungan terhadap kesejahteraan tenaga
pendidik, setiap anak diharapkan memiliki peluang yang setara untuk
mengembangkan kemampuan dan meraih masa depan yang lebih baik, tanpa terkendala
kondisi ekonomi ataupun tempat tinggal.