KabarPendidikan.id - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Seminar Nasional Sutan Takdir Alisjahbana, Bahasa Indonesia & Cita-cita Kebangsaan: Meneguhkan Warisan Pemikiran bagi Indonesia Masa Depan di Auditorium Ahmad Dahlan, Gedung A FKIP Uhamka, Senin (29/6).
Seminar ini dihadiri oleh Prof. Nani Solihati Warek III
Uhamka, Purnama Syae Purrohman Dekan FKIP Uhamka, Wakil Dekan di lingkungan
FKIP Uhamka, serta Kaprodi dan mahasiswa di lingkungan FKIP Uhamka.
Acara yang menghadirkan Menteri Kebudayaan Republik
Indonesia, Fadli Zon, sebagai keynote speaker. Turut memberikan sambutan
Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Kementerian Kebudayaan RI,
Restu Gunawan.
Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Yuda
Benharry Tangkilisan dari Universitas Indonesia, Desvian Bandarsyah dari FKIP
Uhamka, serta Sumardiansyah Perdana Kusuma selaku Ketua Asosiasi Guru Sejarah
se-Indonesia (AGSI).
Fadli Zon Menteri Kebudayaan RI, menilai Sutan Takdir
Alisjahbana merupakan intelektual visioner yang berjasa mengangkat bahasa
Indonesia sebagai bahasa persatuan. Menurutnya, pemikiran tokoh tersebut perlu
terus diwariskan sebagai legasi bagi generasi mendatang.
"Warisan pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana tidak boleh
berhenti sebagai catatan sejarah. Gagasan beliau harus terus dihidupkan dan
menjadi inspirasi bagi generasi Indonesia di masa depan," ujar Fadli Zon.
Wakil Rektor III Uhamka, Nani Solihati, menyampaikan bahwa
seminar ini menjadi ruang akademik untuk merefleksikan kembali pemikiran Sutan
Takdir Alisjahbana sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam menjaga
bahasa Indonesia, kebudayaan, dan nilai-nilai kebangsaan.
"Kami berharap seminar ini tidak hanya memperkaya
wawasan peserta tentang pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana, tetapi juga
menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk terus merawat bahasa Indonesia,
mencintai kebudayaan, dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa," ujar Nani
Solihati.
Seminar ini sejalan dengan SDG 4 (Pendidikan Berkualitas)
melalui penguatan literasi, nilai kebangsaan, dan pelestarian budaya. Kegiatan
ini juga mendorong lahirnya generasi muda yang berpikir kritis, berkarakter,
dan mampu menjaga warisan intelektual bangsa.
Buat kamu yang penasaran dengan keunggulan
fasilitas-fasilitas Uhamka dan program-program studinya sudah terakreditasi
Unggul, Kampus dengan taraf kurikulum Internasional yaitu Kurikulum Outcome
Based Education (OBE), dan penawaran beasiswa serta potongan biaya kuliah
menarik hingga 45%, kamu bisa cek dan daftarkan dirimu secara langsung di link https://pmb.uhamka.ac.id/ dan kamu bisa
kuliah mulai dari harga 680 ribu per bulan dan total dana beasiswa yang
ditawarkan Uhamka sebesar 40 miliar.