KabarPendidikan.id - Universitas Paramadina menegaskan komitmennya mencetak lulusan berintegritas, adaptif, dan inovatif dalam Wisuda ke-44 melalui sambutan Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. dan orasi ilmiah Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, Ph.D. Acara berlangsung di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta, Sabtu (25/4).
Dalam sambutannya, Henri Tambunan menegaskan Paramadina
memiliki mandat sebagai Kampus Peradaban yang tidak sekadar menghasilkan
tenaga kerja, tetapi membentuk lulusan berdaya dampak.
“Paramadina lahir dari gagasan besar pendirinya, Almarhum
Nurcholish Madjid, yang membentuk identitas sebagai Kampus Peradaban,” ujar
Henri.
Ia menekankan bahwa dunia membutuhkan lulusan yang tidak
hanya cerdas, tetapi juga berintegritas.
“To educate a person in the mind but not in morals is to
educate a menace to society,” tegasnya.
Sementara itu, Prof. Yassierli menyoroti perubahan besar
dunia kerja akibat AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau. Menurutnya, lulusan
masa depan harus memiliki triple readiness: keterampilan teknis, human skills,
dan kesiapan masuk pasar kerja.
“AI tidak bekerja optimal tanpa Human Skills,” ujar
Yassierli.
Ia juga menekankan pentingnya pola pikir inovatif dan
adaptif dalam menghadapi disrupsi.
Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini
menyatakan wisuda ini menjadi momentum melahirkan lulusan yang siap menjadi
penggerak perubahan.
“Paramadina ingin melahirkan lulusan yang relevan dengan
kebutuhan zaman sekaligus memimpin perubahan dengan integritas dan inovasi,”
ujar Didik.
Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Wijayanto Samirin menegaskan
pendidikan adalah investasi peradaban.
“Bangsa ini
membutuhkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin dan
memberi makna,” ujarnya.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas
Paramadina Dr. Harry T.Y. Achsan menambahkan capaian wisuda kali ini juga
menandai rekor baru institusi.
“Pada periode wisuda semester genap ini, Universitas
Paramadina meluluskan 211 lulusan Program Sarjana dan 309 lulusan Program
Magister, sehingga total keseluruhan lulusan berjumlah 520 orang,” ujar Harry.
Menurut Harry, jumlah tersebut merupakan jumlah wisudawan
semester genap kali ini meningkat
signifikan dibanding rata-rata wisuda sebelumnya.
Ia menambahkan capaian ini mencerminkan peningkatan kinerja
akademik sekaligus efektivitas pengelolaan proses studi di tingkat program
studi.
“Capaian hari ini menunjukkan bahwa disiplin, ketekunan, dan
kolaborasi mampu menghasilkan hasil yang nyata,” kata Harry.
Wisuda ke-44 Paramadina menegaskan sinergi pendidikan
tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi unggul sebagai
pilar peradaban baru Indonesia.