Minat Tinggi, Kuota SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru Terisi hingga 2030

Senin, 13 April 2026 | 11:19 WIB Last Updated 2026-04-13T04:19:53Z

KabarPendidikan.id SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mencatat tingginya minat masyarakat terhadap lembaga pendidikan tersebut. Bahkan, kuota penerimaan siswa baru telah terisi hingga tahun 2030, meskipun saat ini baru memasuki tahun ajaran 2026. Hal ini menunjukkan bahwa banyak orang tua mulai merencanakan pendidikan anak jauh sebelum waktunya.

Data dari panitia Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) mengungkap bahwa pendaftaran tidak hanya dilakukan untuk kebutuhan tahun berjalan, tetapi juga melalui sistem inden untuk beberapa tahun ke depan. Fenomena ini mencerminkan adanya perubahan pola pikir orang tua dalam menentukan pendidikan anak.


Ketua SPMB SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru, Mariza Uthami, menyampaikan bahwa pada tahun ajaran 2026/2027 terdapat 115 siswa yang telah diterima melalui seleksi resmi. Di luar itu, terdapat pula calon siswa yang sudah mendaftar lebih awal untuk tahun-tahun berikutnya.


“Untuk pendaftaran inden, tercatat 43 siswa untuk tahun 2027, 12 siswa tahun 2028, 17 siswa tahun 2029, dan 19 siswa untuk tahun 2030,” jelasnya.


Sekolah yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani KM 33,7 Banjarbaru ini banyak diminati oleh orang tua yang anaknya masih berada di tingkat awal sekolah dasar. Hal ini menandakan adanya kecenderungan baru dalam masyarakat yang mulai mempertimbangkan kualitas pendidikan sejak dini.


Menurut panitia, meningkatnya minat tersebut tidak lepas dari reputasi sekolah yang telah terakreditasi A serta konsistensi dalam menjaga mutu pembelajaran dan kualitas lulusan.


Selain itu, SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru juga memiliki keunggulan sebagai satu-satunya SMP di Kalimantan Selatan yang menerapkan program peminatan bagi siswa. Program ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik secara lebih terarah sejak awal.


Sekolah ini juga memperoleh predikat Sekolah Unggul dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, menjadikannya satu-satunya SMP Muhammadiyah di Kalimantan yang meraih pengakuan tersebut.


Mariza menambahkan bahwa sistem pendaftaran inden dilakukan secara terbuka, dengan mekanisme pengisian formulir serta pemenuhan persyaratan administrasi dan biaya sesuai ketentuan yang berlaku.


“Kuota inden jumlahnya terbatas dan dibuka secara transparan. Sementara itu, untuk jalur reguler, seleksi dilakukan melalui prestasi akademik maupun nonakademik,” tutupnya.

DYL

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Minat Tinggi, Kuota SMP Muhammadiyah 1 Banjarbaru Terisi hingga 2030

Trending Now

Iklan

iklan