Dedi Mulyadi: Banyak Belajar, Minim Praktik Bikin Kita Sulit Maju

Selasa, 21 April 2026 | 15:09 WIB Last Updated 2026-04-21T08:09:04Z

KabarPendidikan.id Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti pola pendidikan yang dinilai masih terlalu menitikberatkan pada teori tanpa diimbangi praktik nyata. Hal tersebut ia sampaikan saat berdialog dengan siswa usai meresmikan unit sekolah baru di SMAN 3 Jonggol, Kabupaten Bogor, Kamis (16/4/2026).

Menurutnya, proses pembelajaran di sekolah seharusnya tidak berhenti pada pemahaman materi semata, tetapi harus mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Ia menekankan pentingnya pendekatan pembelajaran yang lebih aplikatif agar ilmu yang diperoleh benar-benar bermanfaat.


“Selama ini kita terlalu banyak belajar, tetapi minim penerapan. Itu yang membuat kita sulit berkembang,” ujarnya.


Sebagai ilustrasi, ia mencontohkan materi energi terbarukan yang dipelajari siswa. Ia menilai, pembahasan tersebut perlu dilanjutkan dengan praktik langsung agar siswa memahami manfaatnya secara konkret.


“Materi di kelas itu hanya dasar. Yang lebih penting, siswa bisa mengimplementasikannya, misalnya mengolah bahan seperti sawit menjadi energi alternatif yang bisa digunakan sehari-hari,” jelasnya.


Lebih lanjut, Dedi menyebut bahwa kemampuan akademik saja belum cukup. Siswa yang mampu mengembangkan ilmu menjadi sesuatu yang praktis dan bernilai guna dinilai memiliki keunggulan lebih.


“Kalau hanya unggul secara akademik, itu sudah baik. Tapi kalau bisa mengolahnya menjadi sesuatu yang teknis dan aplikatif, tentu nilainya lebih tinggi,” tutupnya.

DY

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dedi Mulyadi: Banyak Belajar, Minim Praktik Bikin Kita Sulit Maju

Trending Now

Iklan

iklan