Relawan Profesional Dampingi Anak di Sekolah Samarinda lewat Program SAPA

Kamis, 05 Maret 2026 | 14:10 WIB Last Updated 2026-03-05T07:10:23Z


KabarPendidikan.id
- Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Samarinda menjalin kemitraan dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Ikatan Penata Persona Indonesia (IPPRISIA) Kota Samarinda dalam pelaksanaan Program SAPA (Sahabat Aksi Peduli Anak). Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang dilaksanakan di Kantor Disdikbud Kota Samarinda.

 

Penandatanganan PKS tersebut juga disaksikan oleh perwakilan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) IPPRISIA Kalimantan Timur sebagai wujud dukungan terhadap pelaksanaan program pendampingan pendidikan yang melibatkan partisipasi masyarakat.

 

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat ekosistem pendidikan melalui keterlibatan masyarakat serta tenaga profesional.

 

“Pendidikan tidak dapat sepenuhnya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah saja. Diperlukan kolaborasi dengan masyarakat serta organisasi profesi. Melalui Program SAPA, kami berharap motivasi belajar siswa meningkat sekaligus karakter mereka semakin kuat,” ujarnya.

 

Program SAPA merupakan program pendampingan pendidikan yang menghadirkan relawan profesional sebagai sahabat bagi anak-anak di lingkungan satuan pendidikan. Program ini bertujuan untuk mendukung proses pembelajaran agar berlangsung lebih inklusif, humanis, dan inspiratif.

 

Ketua DPC Ikatan Penata Persona Indonesia Kota Samarinda, Deasy Evriyani, menegaskan bahwa relawan SAPA berfungsi sebagai pendamping, bukan sebagai pengganti peran guru.

 

“Relawan hadir untuk membantu sekolah menciptakan lingkungan belajar yang lebih mendukung. Fokusnya pada penguatan karakter, peningkatan semangat belajar, serta pengembangan potensi peserta didik,” katanya.

 

Selama program berlangsung, relawan SAPA terlibat dalam sejumlah kegiatan seperti pendampingan pembelajaran di kelas, bimbingan belajar kelompok kecil, penguatan literasi dan numerasi, serta pengembangan karakter dan keterampilan hidup.

 

Sementara itu, Ketua DPD IPPRISIA Kalimantan Timur, Marliana Wahyuningrum, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi antara IPPRISIA dan Disdikbud Kota Samarinda. Ia menilai kolaborasi lintas sektor merupakan kunci dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang berkelanjutan.

 

“Program SAPA membuktikan bahwa peran organisasi profesi dapat menjadi penguatan dalam mendukung pendidikan anak,” ujarnya.

 

Dengan penandatanganan PKS tersebut, Program SAPA akan segera diterapkan di beberapa sekolah di Kota Samarinda. Kerja sama ini diharapkan dapat menghadirkan pendampingan belajar yang lebih personal sekaligus menumbuhkan karakter positif pada peserta didik.


adp

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Relawan Profesional Dampingi Anak di Sekolah Samarinda lewat Program SAPA

Trending Now

Iklan

iklan