KabarPendidikan.id - Anggota Komisi X DPR RI Habib Syarief Muhammad meminta Kemendikdasmen memprioritaskan peningkatan kualitas pendidikan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Komitmen pusat dan daerah sangatlah penting untuk memastikan kebutuhan dasar pendidikan anak terpenuhi secara merata.
Habib menyoroti kasus meninggalnya siswa SD di NTT yang
diduga terkait keterbatasan ekonomi keluarga. Peristiwa tersebut, menurutnya,
menunjukkan perlunya pemenuhan sistematis kebutuhan dasar pendidikan seperti
buku dan alat tulis, didukung data dan peta pendidikan yang akurat di wilayah
3T.
“Semoga persoalan pendidikan di daerah 3T, mulai dari
keterbatasan akses, kemiskinan struktural, hingga kondisi sekolah yang rusak
parah dapat bisa diatasi segera, agar tetap bisa digunakan untuk belajar bagi
siswa dengan nyaman dan aman,” ucap Habib.
Selain itu, Habib menilai krisis guru akibat minimnya
insentif turut memengaruhi mutu pendidikan. Ia mengingatkan pemerintah agar
konsisten mengalokasikan anggaran pendidikan 20 persen dari APBN dan APBD agar
kebijakan pendidikan tidak bersifat sementara dan benar-benar menyasar akar
masalah.