KabarPendidikan.id - Inisiatif Sekolah Rakyat (SR) jenjang SD hingga SMA digulirkan pemerintah guna membuka peluang pendidikan prima bagi warga tak mampu dari berbagai pelosok negeri, sekaligus membongkar siklus kemiskinan turun-temurun yang selama ini menghambat kemajuan generasi muda Indonesia, (8/1).
Tahun 2025, pengucuran dana program ini berhasil mencapai
Rp6,6 triliun atau 85 persen dari target anggaran yang telah ditetapkan, dengan
rincian Rp5,4 triliun dialokasikan untuk pemulihan dan renovasi fasilitas
pendidikan di berbagai lokasi, serta Rp1,1 triliun khusus demi kelancaran
proses belajar mengajar sepanjang tahun.
Kini, sebanyak 166 Sekolah Rakyat telah menjamur di seluruh
Tanah Air, didukung oleh 6.849 pendidik dan tenaga kependidikan yang
berdedikasi, serta berhasil merangkul 15.895 anak dari keluarga sederhana yang
sebelumnya kesulitan mengakses pendidikan formal berkualitas.
Para siswa di sekolah ini benar-benar dimanjakan dengan
fasilitas prima yang komprehensif, meliputi pemeriksaan kesehatan rutin,
eksplorasi bakat individu, polesan keterampilan inti akademik, pembentukan
temperamen disiplin karakter, hunian asrama yang nyaman, pakaian sekolah
lengkap, jatah makan tiga kali sehari plus camilan dua kali, ditambah akses
e-learning modern untuk pembelajaran fleksibel.
Rencana ekspansi ambisius ke depan menjanjikan penambahan
100 gedung sekolah baru setiap tahun menuju total 500 unit yang tersebar di
zona ekonomi morat-marit dan daerah tertinggal, semuanya selaras dengan visi
Presiden Prabowo Subianto soal kesetaraan pendidikan bagi seluruh rakyat
Indonesia tanpa terkecuali.
"Per 31 Desember 2025, realisasi anggaran program
Sekolah Rakyat sebesar Rp 6,6 triliun atau 85 persen dari pagu," kata
Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono dalam konferensi pers APBN Kita di
Kementerian Keuangan, Jakarta.