Ikhtiar Perangi Stunting, FK Uhamka Berikan Edukasi Kepada Santriwati Al Jumhuriyah

Rabu, 15 Mei 2024 | 11:55 WIB Last Updated 2024-05-15T04:55:16Z


KabarPendidikan.id - 
Dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) memberikan edukasi dan peningkatan pengetahuan mengenai pencegahan stunting sejak saat usia kandungan kepada Santriwati di Pesantren Al Jumhuriyah, Ciater, Kabupaten Subang, Ahad. (11/2)

 

Kegiatan ini merupakan upaya FK Uhamka dalam menekan jumlah angka kasus stunting yang terjadi di Indonesia yang masih tinggi terutama di wilayah Jawa akibat kurangnya pemenuhan kebutuhan gizi anak saat masih di dalam kandungan dan ketika berusia 0 – 24 bulan setelah kelahiran.

 

Kegiatan edukasi dihadiri oleh dr. Erlin Listiyaningsih dan dr. Nurhayati selaku narasumber kegiatan yang berasal dari FK Uhamka, serta pihak dari Pesantren Al Jumhuriyah yang mencakup Deden Muhammad Aljamhuri dan Kepala Puskesmas Palasari Budi Taufik, beserta Staff Puskesmas Palasari Ciater serta Santriwati Pesantren yang hadir dalam kegiatan.

 

dr. Erlin menyampaikan bahwa edukasi ini sangat penting dilakukan sejak dini terutama bagi para Santriwati yang nanti akan menjadi ibu sebagai bekal ilmu bagi mereka untuk mempersiapkan kehamilan yang sehat setelah menikah nanti dengan memenuhi gizi dan nutrisi yang cukup bagi kandungan dan bayi saat setelah lahir nanti.

 

“Edukasi seperti ini sangat penting terutama bagi para Santriwati tentang bagaimana cara mempersiapkan segala kebutuhan nutrisi untuk janin dan bayi sebagai upaya kita dalam menekan jumlah kasus stunting yang marak terjadi di Jawa akibat kurangnya persiapan bagi para perempuan sebelum memasuki masa kehamilan,” ucap dr. Erlin.

 

Sejauh ini, kasus stunting di Indonesia terutama di Pulau Jawa telah mencapai 21,6% pada tahun 2022 dan marak terjadi kepada anak yang masih berusia 0 – 24 bulan dan 18 kasus pada anak usia 2 tahun. Melalui edukasi ini, FK Uhamka berikan penguatan mengenai memenuhi kebutuhan gizi sejak hamil, pemberian ASI Eksklusif sampai bayi berusia 6 bulan, pendampingan ASI Eksklusif dengan MPASI sehat, terus memantau tumbuh kembang anak, dan selalu jaga kebersihan lingkungan dalam mencegah dan menekan kasus stunting di Indonesia.

 

Dalam kegiatan ini juga dilakukan pemeriksaan tinggi dan berat badan, lingkar lengan atas,  tekanan darah, pemeriksaan Hb dan gula darah pada Santriwati.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Ikhtiar Perangi Stunting, FK Uhamka Berikan Edukasi Kepada Santriwati Al Jumhuriyah

Trending Now

Iklan

iklan