Upaya Membebaskan Tanah yang Dirampas

Sabtu, 23 Desember 2023 | 09:45 WIB Last Updated 2023-12-23T02:45:00Z

 



Oleh : Nasywa Salsabila W.

Fakultas: Ekonomi dan Bisnis

Universitas Muhammadiyah Prof Dr. Hamka

 

Belakangan ini lini masa sosial media dan situs kabar daring kembali dipenuhi oleh berita tentang peristiwa yang sedang terjadi di Palestina. Eskalasi perang antara pasukan Islam melawan penjajah Yahudi semakin memanas. Korban tidak henti-hentinya berjatuhan dan kian bertambah setiap harinya. Ribuan jiwa bahkan lebih telah terbunuh. Anak kehilangan orang tuanya, orang tua kehilangan anaknya. Serta serangan terhadap tempat tinggal, tempat ibadah, rumah sakit, sekolah, bahkan tempat pengungsian.

 

Dari banyaknya korban yang tidak berhenti berjatuhan, serangan, pengeboman yang terus menerus tanpa pandang bulu, apakah kondisi ini masih disebut sebagai perang? Sedangkan perang yang kita ketahui adalah pertempuran antara tentara militer dengan tentara militer. Namun, yang terjadi di Gaza, Palestina, tentara Israel bukan hanya menyerang pasukan Islam tapi menghancurkan hampir seluruh wilayah Palestina. Ini bukan lagi perang tapi genosida. Pembataian untuk menghabisi penduduk palestina dan menggantinya dengan penduduk Yahudi.

 

Mengutip artikel dari BBC yang yang ditulis oleh Sean Seddon (Kronologi serangan terhadap festival musik di Israel) kabarnya konflik ini dipicu oleh serangan hamas terhadap Israel di wilayah selatan jalur Gaza pada Sabtu (7/10). Padahal jauh sebelum tanggal 7 oktober 2023 Israel sudah memulai penjajahannya atas Palestina. Mungkin sebagian dari kita mengetahui bahwa ini adalah perang tak berkesudahan antara Palestina dan Israel, tapi kalau kita lihat kembali sejarahnya ini adalah penjajahan. Dimulai dari perjanjian yang dibuat oleh Arthur James Balfour yang dikenal sebagai deklarasi Balfour (1917). Kemudian peristiwa nakba (1948), pembantaian terhadap etnis Palestina. Dari peristiwa tersebut mulailah terbentuk negara Israel. Negara hasil dari penjajahan Yahudi atas penduduk palestina.

 

Melihat penjajahan yang dilakukan oleh Yahudi dan pembantaian yang semakin menjadi-jadi belakangan ini, tidak mungkin kita diam saja lalu membiarkan ribuan jiwa yang tidak bersalah dirampas hak dan tanahnya. Apalagi melihat tanah suci kita umat Muslim dinodai.

 

Lantas bagaimana sikap terhadap penjajahan yang terjadi? Apa saja hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membantu membebaskan tanah yang dirampas? Berikut ada beberapa hal-hal kecil yang penting untuk kita lakukan untuk saat ini:

1.     Pembebasan Pikiran

Prof. Abdul Fattah El-Awaisi, seorang Maqdisi (asli Baitul Maqdis) selalu mengingatkan, bahwa pembebasan pemikiran itu lebih dahulu sebelum pembebasan tanah. Maksudnya adalah perjuangan untuk membebaskan pemikiran kaum Muslimin dari racun-racun pemikiran yang masih menggelapi akal mereka sehingga tidak dapat berpikir dan bertindak yang benar. Karena penjajahan yang dilakukan oleh Israel semua itu diawali oleh penjajahan pemikiran terlebih dahulu.

2.     Mempelajari Sejarahya

Ketika kita mempelajari sejarahnya dan mengetahui latar belakang serta fakta sebenarnya, kita bisa memilih di mana posisi kita berpihak. Kemudian juga dapat menambah wawasan betapa penting dan istimewanya Masjid Al-Aqsha bagi umat Muslim.

 

3.     Membagikan Kondisi yang Terjadi di Palestina

Membagikan berita dan kondisi mereka di sana lewat sosial media kita sangatlah penting untuk saat ini. Karena dengan bersuara lewat sosial media yang luas cakupannya dapat memberitahu dunia bahwa Saudara kita di Palestina sedang tidak baik-baik saja. Meskipun akun kecil sekalipun tetap berguna untuk memberitahu orang sekitar kita. Tidak lupa untuk memilah kembali setiap beritanya.

 

4.     Berdonasi

Berapapun nominalnya sangat berarti untuk saudara kita di Palestina. Karena bersedekah bukan soal jumlah atau nominal tapi perubahan yang diciptakan dari setiap perbuatan baiknya.

 

5.     Berdo’a

Yang terakhir jika kita belum mampu untuk melakukan yang di atas, selalu sisipkan do’a di setiap sholat kita untuk saudara kita di Palestina. Karena do’a adalah salah satu kekuatan umat Muslim.

Dengan kontribusi kita dalam melakukan hal-hal di atas menjadi pengingat bahwa masih banyak yang bisa kita lakukan dari sini untuk membantu saudara kita di Palestina. Kemudian menyadarkan kembali umat Muslim untuk terus mengedukasi dan memperbaiki diri. Semoga mereka yang dijajah segera mendapatkan kemenangan dan haknya. Dan kita yang di sini merdeka dari pikiran yang kian kali menenggelamkan.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Upaya Membebaskan Tanah yang Dirampas

Trending Now

Iklan

iklan