Tim Pengmas Pekom FKIP Uhamka Selenggarakan Workshop di SMA Negeri 69 Jakarta

Kamis, 22 Juni 2023 | 13:14 WIB Last Updated 2023-06-22T06:14:31Z

 


KabarPendidikan.id - Tim Pengabdian Masyarakat (Pengmas) Program Studi Pendidikan Ekonomi (Pekom) Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA (Uhamka) menyelenggarakan Workshop Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan Kegiatan Inti Model Pembelajaran Project Based Learning pada SMA Negeri 69 Jakarta, Pulau Pramuka Kepulauan Seribu, (8/6).

 

Kegiatan Pengmas ini dihadiri oleh dosen Pendidikan Ekonomi Uhamka yakni Onny Fitriana Sitorus dan Trisni Handayani selaku narasumber serta peserta yaitu para pendidik yang ada di SMA Negeri 69 Jakarta.

 

Tujuan adanya kegiatan ini sejalan dengan tagihan pada Kurikulum 13 (K13) yang dikuatkan dengan Kurikulum Merdeka bahwa pembelajaran di lapangan wajib menggunakan Model Pembelajaran Problem based Learning dan Project Based Learning. Oleh karena itu, dalam penggunaan model pembelajaran tersebut perlu skenario pembelajaran yang tepat agar tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik.

 

Disisi lain, Sri Astuti selaku Ketua Pelaksana Kegiatan Pengabdian Masyarakat mengatakan bahwa skenario pembelajaran oleh guru ini dituangkan di dalam RPP sehingga RPP ini sangat penting di dalam penyusunannya sebagai acuan guru dalam mengajar.

 

“Jika RPP yang dirancang oleh guru sudah tepat dan juga terperinci, hal itu sangat memudahkan guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran di kelas,” ujar Sri Astuti.

 

Selanjutnya, Onny Fitriana Sitorus selaku dosen Pendidikan Ekonomi Uhamka mengungkapkan bahwa RPP ini merupakan rencana matang yang dibuat guru untuk mencapai tujuan pembelajaran maka jika gagal merencanakan RPP ibu bapak guru telah merencanakan kegagalan pembelajaran.

 

“RPP ini merupakan rencana matang yang dibuat guru untuk mencapai tujuan pembelajaran maka jika gagal merencanakan RPP ibu bapak guru telah merencanakan kegagalan pembelajaran. Oleh sebab itu penyusunan RPP sangat perlu fokus dan juga kepala sekolah perlu memfasilitasi kebutuhan guru dalam penyusunan RPP. Yang membedakan modal pembelajaran satu dengan lainnya terlihat di dalam RPP pada bagian kegiatan inti pembelajaran, di sana dapat dituliskan sintak pembelajaran sesuai dengan model yang bapak/ibu guru pilih maka pembelajaran pertemuan ke 1 dengan ke 5 bisa jadi point dalam kegiatan intinya berbeda karena tergantung dari sintak yang ada pada model pembelajaran yang bapak/ibu pilih apakah PBL ataupun PjBL,” ujar Onny Fitriana.

 

Dilain pihak, Trisni Handayani menuturkan bahwa tagihan model pembelajaran berbasis project ini sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan berfikir kritis dan pembelajaran project ini dapat diterapkan di semua mata pelajaran.

 

“Tagihan model pembelajaran berbasis project ini sangat penting untuk menciptakan pembelajaran yang kreatif dan berfikir kritis dan pembelajaran project ini dapat diterapkan di semua mata pelajaran,” tambah Trisni Handayani.

 

Selain itu, Azis selaku guru SMA Negeri 69 Jakarta merespon hal tersebut dengan menyatakan bahwa model pembelajaran PjBL ini dapat digunakan untuk semua mata pelajaran.

 

“Sebagai contoh dalam pembelajaran bahasa inggris yang saya ampu pada pembelajaran speaking, peserta didik diminta membuat video pembelajaran menggunakan bahasa inggris dengan tema “how to make porridge” yang diupload pada youtube,” ucap Azis.

 

Diakhir pemaparan, Novie selaku guru mata pelajaran Kewirausahaan yang saat ini di Kurikulum Merdeka dikuatkan pada P5 Project ini sebenarnya sudah biasa dilakukan seperti yang telah dilakukan di SMA Negeri 69 Jakarta yaitu pameran Eco Fashion yang merupakan pakaian dari daur ulang limbah.

 

“Kurikulum Merdeka dikuatkan pada P5 Project ini sebenarnya sudah biasa dilakukan seperti yang telah dilakukan di SMA Negeri 69 Jakarta yaitu pameran Eco Fashion yang merupakan pakaian dari daur ulang limbah.  Ini menjadi kegiatan yang dinanti-nanti oleh peserta didik karena project ini mereka dituntut kreativitas dan keberanian mengungkapkan ide kreatifnya menjadi wujud nyata,” ungkap Novie.

 

Dengan demikian, Workshop RPP sudah sering diikuti oleh guru baik dari internal sekolah, MGMP, Dinas Pendidikan maupun perguruan tinggi, hal ini mengingat pentingnya penyusunan RPP. Maka dari itu, tim Pengmas Uhamka menyelenggarakan Workshop Penyusunan RPP ini dengan berfokus pada Model Pembelajaran berbasis project saja.

 

Maka dari itu, pembelajaran berbasis project ini sangat menarik untuk dilakukan dan tidak hanya pada mata pelajaran kewirausahaan saja melainkan semua mata pelajaran, pendampingan RPP berbasis project ini dilakukan untuk berdiskusi bersama mengungkapkan ide-ide dari teman sejawat dan juga narasumber untuk project yang seperti apa yang dapat muncul pada pembahasan mata pelajaran. Hasil projectnya pun tidak harus produk yang dapat diperjual belikan melainkan bisa berupa video, alat peraga dan lainnya.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tim Pengmas Pekom FKIP Uhamka Selenggarakan Workshop di SMA Negeri 69 Jakarta

Trending Now

Iklan

iklan