Metode LIFO Dihapuskan?

Selasa, 26 Juli 2022 | 09:40 WIB Last Updated 2022-07-26T02:40:00Z

 


Oleh : Ela Nur Laila

Mahasiswa FEB Uhamka

 

Bagi seorang akuntan atau pembisnis tentu sudah tidak asing lagi dengan kegiatan mengatur barang dagangan dan barang bahan baku produksi. Barang-barang tersebut merupakan persediaan. Dalam akuntansi terdapat tiga jenis metode pengelolaan persediaan, yaitu metode FIFO (First In First Out), LIFO (Last In First Out), dan Rata-rata (Average). Mungkin sebagian orang sudah paham dengan istilah-istilah tersebut. Belakangan ini terdengar bahwa metode LIFO telah dihapuskan atau tidak digunakan lagi. Mengapa demikian? Lalu apa itu metode LIFO?

Metode LIFO (Last In First Out) merupakan metode pengelolaan persediaan barang dengan menerapkan sistem yang terakhir masuk adalah yang pertama keluar. Metode LIFO biasanya digunakan dalam perusahaan dagang dan perusahaan manufaktur. Dalam metode LIFO, pencatatan harga persediaan melalui dasar bahwa barang yang dibeli atau dibuat paling akhir merupakan barang yang akan dijual terlebih dahulu. Metode LIFO digunakan untuk produk yang memiliki massa kadaluarsa yang pendek. Contoh perusahaan yang menggunakan metode ini adalah supermarket, perusahaan pakaian, dan lain sebagainya.

Beberapa faktor yang menyebabkan metode LIFO dihapuskan atau tidak digunakan lagi, yaitu perbedaan keuntungan atau laba dibanding metode lainnya, dapat mengurangi kualitas laporan keuangan, dan dapat digunakan untuk memanipulasi pajak. Alasan pertama metode LIFO tidak digunakan lagi karena adanya perbedaan laba yang signifikan. Dibanding dua metode lainnya, metode LIFO dalam menaksir persediaan terdapat selisih yang cukup jauh dalam laba operasi yang dihasilkan.

Penggunaan metode LIFO dapat mengurangi kualitas laporan keuangan, artinya nilai persediaan yang disajikan dalam laporan posisi keuangan tidak merepresentasikan recent cost level of inventory. Hal ini menyebabkan nilai persediaan tidak memiliki nilai yang relevan atau keadaan yang sebenarnya. Persediaan yang disajikan dapat berupa nilai persediaan pada periode yang lalu dan tidak menggambarkan nilai persediaan terkini.

Kelemahan dari metode LIFO yaitu dapat digunakan untuk memanipulasi pajak, jika laba yang dihasilkan dalam suatu perusahaan kecil, maka pajak yang ditanggung perusahaan juga akan lebih kecil. Hal ini dapat menyebabkan berkurangnya pendapatan negara. Seiring berjalannya waktu, harga pembelian persediaan akan terus mengalami peningkatan yang disebabkan oleh inflasi atau kenaikan harga secara umum yang terus menerus. Jika perusahaan menggunakan metode LIFO dapat mengakibatkan kerugian bagi negara karena pendapatan negara yang terus berkurang. Oleh karena itu, metode pengelolaan persediaan yang diperbolehkan berdasarkan ketentuan perpajakan di Indonesia hanya metode FIFO dan Average.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Metode LIFO Dihapuskan?

Trending Now

Iklan

iklan