Stigma Standar Kecantikan Wanita

Sabtu, 09 April 2022 | 09:07 WIB Last Updated 2022-04-09T02:07:00Z

 




Oleh : Lina Desti Puji Lestari

Mahasiswa Uhamka


“Coba deh, kalau kamu hidungnya mancung, pasti cantik” “coba deh  kalau kamu gak item, agak putihan pasti cantik” “ih putihnya terlalu pucet, jadi jelek deh” “coba deh kalau kamu gak ada jerawat pasti cantik” “ih kamu kurus banget” “itu perut atau karung sis, bro?” 

Sering sekali kita mendengar standar citra yang ditanamkan oleh orang orang sekitar, stigma yang sudah  melekat  sering kali mendefinisikan bahwa cantik  identitik dengan memiliki kulit putih, mulus, hidung yang mancung, tinggi yang semampai, bentuk wajah yang runcing, glowing, dan sebagainya.  Sebuah riset yang dilaksanakan oleh lembaga riset pemasaran Sigma Research  membenarkan hal itu. Dalam riset melibatkan 1200 responden, diketahui bahwa kebanyakan orang mendefinisikan kecantikan sebagai tampilan fisik. Dilansir dari kompas.com (14/06/2017)

Dilingkungan pergaulan, keluarga dan masyarakat kini mulai banyak yang membentuk stigma standar kecantikan dengan fisik yang mau tidak mau membuat perempuan  terobsesi berusaha “memenuhi” standar kecantikan tersebut. Sehingga sering kali banyak wanita yang stress karena tidak bisa mengontrol komentar orang lain,  untuk memenuhi standar kecantikan yang telah melekat.

Di Korea Selatan  telah menjadi ibu kota dunia bedah plastik, bahkan sebelum pandemi COVID-19 terjadi sudah banyak yang melakukan operasi wajah. Industri ini diperkirakan bernilai US$ 10,7 (Rp 148, 6 triliun) pada tahun 2020, dan diperkirakan akan mencapai sekitar US$ (Rp 164 triliun) tahun ini. Menurut Gannam Unni, platform bedah plastik online terbesar di korea selatan. Dilansir dari tempo.co (5/01/2021)

Kecantikan telah melekat dengan penampilan fisik. Namun, apabila kita melihat dengan perspektif yang lebih luas, maka kecantikan dapat diartikan sesuatu yang menarik dan mempesona. Apa sih sebenarnya arti mempesona? Mempesona lebih jauh mengaitkan kecantikan fisik dengan kepribadian, sifat, isi otak serta kebaikan hati, kemudian mengemasnya dengan sedemikian rupa menjadi satu paket, sehingga bisa menginspirasi untuk orang lain. Kecantikan merupakan sebuah perasaan senang yang muncul dalam persepsi masing masing individu.

Mayoritas perempuan ingin terlihat cantik, dan  tidak ada salahnya. Tapi, Jangan mau didikte oleh ukuran cantik yang dibuat orang lain. Kecantikan bisa didefinisikan dengan  kecerdasaannya, attitudenya, mimpinya, ambisinya, simpati dan empatinya. Buatlah definisi cantik menurut dirimu endiri. Sudah saatnya definisi cantik diperluaskan bukan hanya mengenai fisik. 

Perempuan harus menyadari bahwa kecantikan fisik bukanlah suatu ajang perlombaan yang harus dimenangkan. Ukuran kecantikan sosial tidak akan pernah  habisnya sampai kapanpun. Stigma yang sudah tertanam  pada sebagian orang, jangan sampai membuat kita merasa  insecure, hal tersebut perlu kita lawan dengan penuh rasa syukur. Percayalah bahwa kita semua mempunyai keunikan dan kelebihannya masing masing, yang belum tentu orang lain punya.


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Stigma Standar Kecantikan Wanita

Trending Now

Iklan

iklan