Kemendikbudristek Mengutamakan Keselamatan Guru dan Siswa Saat PTM

Jumat, 15 April 2022 | 08:17 WIB Last Updated 2022-04-15T01:17:41Z

 



Kabarpendidikan.id Seiring menurunnya kasus covid-19, Pembelajaran tatap muka (PTM) 100 persen kembali berjalan. Analis Kebijakan Ahli Madya Direktorat Sekolah Dasar Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) Kurniawan mengatakan pelaksanaan PTM harus mengutamakan keselamatan guru dan siswa.

"Kemendikbudristek mendukung penerapan PTM 100 persen dengan mengutamakan keselamatan, kesehatan, dan capaian pembelajaran," ujar Kurniawan pada Kamis (14/4).


Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan PTM terbatas Kurniawan memerinci, dari total 55 juta peserta didik usia 6 tahun ke atas sebanyak 88 persen (48,32 juta) sudah menerima vaksin covid-19 dosis satu. Kemudian, 71 persen (39,06 juta) sudah lengkap menerima dosis dua.


Surat Edaran terkait diskresi telah dicabut PTM Kemendikbudristek juga. Surat Edaran Kemendikbudristek Nomor 22 Tahun 2022 bereisi tentang Diskresi Pelaksanaan Keputusan Bersama Empat Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Covid-19.


“Kami sangat berharap pendidik dan tenaga pendidikan harus sehat, salah satunya mereka telah divaksin. Keselamatan dan kesehatan harus bisa dijalankan dengan baik,” kata Kurniawan.

Ketentuan pelaksanaan PTM 100 persen mengacu SKB 4 Menteri di antaranya, capaian vaksinasi dosis dua bagi pendidik dan tenaga kependidikan lebih dari 80 persen. Capaian vaksinasi lansia dosis dua di atas 50 persen dan vaksinasi peserta didik terus berlangsung.


Lalu, jumlah peserta didik 100 persen dari kapasitas. Terakhir, lama belajar paling banyak enam jam pelajaran tiap hari.


Kurniawan mengatakan penerapan PTM 100 persen merupakan solusi untuk memulihkan pendidikan Indonesia akibat hilangnya pembelajaran atau learning loss yang terjadi selama pandemi covid-19. Penyelenggaraan pembelajaran daring telah menciptakan penurunan capaian belajar karena terjadi kesenjangan akses dan kualitas.


"Learning loss telah terjadi dan dalam rangka pemulihan belajar, Menteri Nadiem (Mendikbudristek Nadiem Makarim) juga menerapkan Kurikulum Merdeka,” papar Kurniawan.


Suciarti Wahyuningtyas selaku Fasilitator Ibu Penggerak Sidina Community/Orang Tua Siswa, , menyebutkan bahwa orang tua memiliki peran krusial mendukung PTM 100 persen. Untuk mengikuti kegiatan belajar tatap muka langsung tersebut, orang tua perlu memberikan rasa percaya dan aman terhadap anaknya.


"Orang tua juga diharapkan memberikan contoh baik dalam penerapan protokol kesehatan sebagai panutan anak-anak. Semoga dengan pelaksanaan PTM 100 persen dapat mengendalikan learning loss pada anak-anaknya,” kata Suciarti.


Walisa Tri Agustiningsih selaku Kepala Sekolah SDN Rawa Badak Selatan 01 serta Koordinator Regional Jawa Komunitas Kami Pengajar, mendukung kembalinya penerapan PTM 100 persen karena proses pembelajaran akan jauh lebih efektif dan ikatan emosional yang selama ini belum terjalin dengan maksimal juga bakal semakin membaik.


“PTM 100 persen menghilangkan rasa kangen siswa dan juga guru, dalam proses belajar mengajar dan merasakan sekolah yang benar-benar ramai dengan segala hingar bingarnya. Dengan dilaksanakannya PTM 100 persen secara nasional mampu membuat semangat dan sinergitas belajar peserta didik semakin berkembang," kata Walisa


(DYL)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kemendikbudristek Mengutamakan Keselamatan Guru dan Siswa Saat PTM

Trending Now

Iklan

iklan