Catcalling Bagi Perempuan Pujian atau pelecehan.

Rabu, 16 Maret 2022 | 10:55 WIB Last Updated 2022-03-16T03:55:00Z

  



Oleh : Nabila Aulia Rahma

Mahasiswa FEB Uhamka


Catcalling sendiri memiliki banyak bentuk . Bukan hanya sekedar perkataan menggoda ‘cantik’ ataupun ‘seksi’ namun juga beberapa bentuk lainnya seperti. Melirik, yakni Ketika laki-laki melihat perempuan denga tatapan penuh nafsu. Bersiul ataupun mengeluarka suara ciuman tepat didepan korban. Dan yang paling parah pelaku berani menyentuh bagian tubuh korban baik hanya sekedar menarik pakaian ataupun menyentuh area terlarang perempuan.

Saya sendiri memiliki cerita mengenai catcalling ini, pada waktu itu saya sedang diboncengi teman perempuan saya menggunakan motor yang rencannya kami akan pergi ke suatu market untuk membeli beberapa kebutuhan, hampir 30 menit untuk bisa sampai ditujuan. Diperjalan saya merasa sangat resah karena catcalling yang dilakukan orang asing, tidak hanya satu kali mungkin kalau dihitung bisa sampai lima kali, baik dalam bentuk perkataan ’cantik’, sapaan, ataupun siulan. Dan yang bikin saya tidak habis pikir dengan entengnya teman saya menganggap catcalling ini sebagai pujian, “gapapalah tandanya kita cantik” katanya, waah…sudah saya tidak bisa berkata-kata lagi.

Bagi saya sebagai perempuan catcalling bukahlah hal yang bisa digapapain apa lagi menganggapnya sebagai sebuah pujian. Catcalling sendiri meurut saya merupakan perbuatan yang tidak terpuji, menjijikan, dan menghina Wanita. Saya merasa catcalling menjadikan drajat perumpuan hanya sekedar objek seksual. 

Tidak usah membicarakan orang lain sebagai contoh sudut pandang pelaku, seseorang yang saya kenal pernah melakukan catcalling terhadap perempuan. Dia berdalih bahwa perbuatannya hanya untuk lucu-lucuan, menggemaskan dan apa yang dia katakan adalah untuk  memuji penampilan si perempuan, mengucap alibi dengan menyalahkan pakaian si perempuan yang memacing mereka utuk melakukan catcalling. Membenarkan perbuatannya dan menggapnnya wajar benar-benar sudah keterlaluan ditambah dengan alibi yang menyalahkan pakaian si perempuan saya sangan tidak terima.

Saya sendiri Ketika mendapatkan catcalling sedang mengenakan pakaian yang tertutup dan berhijab ditambah baju yang saya kenakan oversize apa itu bisa dikatakan menggoda?. Dengan kata lain, hubungan antara catcalling dengan stereotype cara berpakaian perempuan hanya mengada-ngada hanya untuk pembenaranotak kotor dalam diri pelaku catcalling. Apapun bentuknya catcalling harus dihentikan karena dapat mengakibatkan terganggunya Kesehatan mental para perempuan yang mengalaminya.

Dan kita sebagai perempuan Ketika mendapat catcalling pasti merasa tidak nyaman dan marah, tetapi kita justru cenderung menghindarinya. Padahal jika catcalling terus dialami oleh diri kita maka Kesehatan mental kita bisa saja terganggu dan malah mengakibatkan efek buruk. Seperti timbulnya paranoid Ketika sedang berpergian, tidak percaya diri dengan cara berpakaian sendiri, dan selalu merasa ‘terancam’ Ketika berada di tempat umum yang banyak orang disekitarnya. Hal yang perlu kita lakukan untuk meminimalisir efek buruk ini yaitu dengan cara ‘melawan’, dalam bentuk ancaman ataupun hal lainnya yang dapat mebuat pelaku catcalling tidak melakukan hal yang sama pada kita atau perempuan lainnya.

Yang terakhir dan perlu saya tegaska, catcalling bukan merupakan pujian melainkan bentuk pelecehan verbal yang dilakukan laki-laki tidak dikenal terhadap perempuan yang dilihatnya di tempat umum. Kita sebagai perempuan tidak sepatutnya merasa senang karena dipuji cantik oleh orang yang sama sekali tidak kita kenal.











 


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Catcalling Bagi Perempuan Pujian atau pelecehan.

Trending Now

Iklan

iklan