Sistem Pemdidikan di Masa Pandemik Semakin Kritis

Rabu, 07 April 2021 | 18:33 WIB Last Updated 2021-04-08T01:36:45Z


(Fajar Ramadhan ‘Afifi/ Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Uhamka)

Kabarpendidikan.id Memasuki tahun kedua pandemic, dampak system Pendidikan di beberapa wilayah menjadi semakin kritis, seperti dampak negative dari penutupan sekolah yang kian nyata. Bahkan terjadi di negara negara maju. Tentu saja hal ini dapat membuat kerugian bagi masa depan siswa. 


Tak sedikit guru mencoba untuk selalu berusaha mengoptimalkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dengan cara memahami teknologi komunikasi agar mengurangi kendala kendala yang kurang baik dalam system belajar mengajar. Tentu saja seorang guru juga harus memikirkan bagaimana kondisi  kebutuhan siswa selama masa pandemic berlangsung. Kualitas pembelajaran jarak jauh juga meningkat seiring meningkatnya kualitas penguasaan teknologi oleh guru. 


Walaupun begitu, tetap saja teknnologi tidak bisa menggantikan interaksi guru kepada siswa secara langsung agar terciptanya suasana belajar yang kondusif. 


Perbedaan akses sumber daya juga tidak dapat teratasi. Terlebih bagi mereka yang merasakan kensenjangan pencapaian pembelajaran dari kalangan warga yang kurang mampu (miskin) dan yang mampu (kaya). 


Dimasa tahun kedua pandemic ini menurut beberapa media, system Pendidikan sudah memasuki tahap kritis bagi system Pendidikan bukan hanya didalam negeri tapi juga berpengaruh diluar negeri. Sementara untuk pembukaan sekolah secara offline masih terkendala virus covid-19 yang semakin tinggi. Sehingga sangat berpengaruh bagi dunia Pendidikan dan terlebih dapat berpengaruh dan merugikan masa depan siswa kedepannya. 

 

Menurut hasil survey kami dalam kegiatan PLP 1 program studi pendidikan bahasa Inggris. Banyak para guru yang mengeluhkan kesulitan dalam proses belajar mengajar dengan media daring mulai dari terkendalanya sinyal hingga beberapa guru yang kurang memahami konsep pembelajaran secara online dalam menggunakan media gform, gmeet ataupun zoom meet. terlebih untuk mereka para siswa yang keluarganya memiliki kekurangan finansial sehingga tidak memiliki media seperti mobile phone ataupun laptop yang bisa saja sebagian siswa harus meminjam mobile phone tersebut ke tetangganya atau kerabatnya untuk mengikuti PJJ. dan juga para siswa yang tinggal dikawasan yang terkendala jaringan internetnya (Kawasan pelosok) sehingga mereka harus mencari tempat yang jaringannya lebih baik. 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Sistem Pemdidikan di Masa Pandemik Semakin Kritis

Trending Now

Iklan

iklan