Mengulik Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Senin, 09 November 2020 | 19:02 WIB Last Updated 2020-11-20T09:03:57Z


Kabarpendidikan.id
Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA atau biasa dikenal dengan sebutan UHAMKA merupakan salah satu Perguruan Tinggi swasta milik Persyarikatan Muhammadiyah yang berkedudukan di Jakarta.

 

Sebagai salah satu amal usaha Muhammadiyah, Uhamka adalah perguruan tinggi berakidah Islam yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunah serta berasaskan Pancasila dan UUD 1945 yang melaksanakan tugas caturdharma Perguruan Tinggi Muhammadiyah, yaitu menyelenggarakan pembinaan ketakwaan dan keimanan kepada Allah SWT., pendidikan dan pengajaran, penelitian, dan pengabdian pada masyarakat menurut tuntunan Islam.

 

Uhamka adalah perubahan bentuk dari Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Muhammadiyah Jakarta dengan nama awal Perguruan Tinggi Pendidikan Guru (PTPG).

 

PTPG ini diresmikan pada tanggal 25 Rabiul Awal 1377 H/18 November 1957 M, dengan para pendiri di antaranya adalah Arso Sosroatmodjo (Ketua) dan HS Prodjokusumo (Sekretaris). Sejalan dengan kebijakan pemerintah, pada tahun 1958 PTPG berubah menjadi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menginduk kepada Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ). Pada tahun itu juga, FKIP dipercaya oleh Jawatan Pendidikan Agama, Kementerian Agama, untuk mendidik pegawainya agar menjadi guru PGA yang bermutu.

 

Pada tahun 1965, FKIP UMJ berdiri sendiri dengan nama IKIP Muhammadiyah Jakarta (IKIP-MJ) dan pada tahun 1979 sampai dengan tahun 1990 mendapat kepercayaan dari pemerintah untuk mengelola Program Diploma Proyek Pendidikan Tenaga Kependidikan.

 

Selanjutnya tahun 1990 hingga tahun 1997 IKIP-MJ mendapat kepercayaan untuk mengelola Program Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Program D2 PGSD kemudian berlanjut hingga tahun 2007, bahkan pada tahun 2007 UHAMKA (perubahan nama dari IKIP-MJ ke UHAMKA sejak tahun 1997) diberikan kepercayaan untuk menyelenggarakan Program PGSD S1 Reguler maupun Program Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ).

 

Selain itu, UHAMKA juga diberikan kepercayaan untuk melaksanakan Program Sertifikasi Guru dan Pendidikan Profesi Guru, kepercayaan ini sangat mengesankan dan membesarkan hati karena hanya diberikan kepada sedikit perguruan tinggi swasta di Indonesia yang jumlahnya sangat banyak.

 

Para pengelola IKIP-MJ melihat bahwa IKIP Muhammadiyah Jakarta perlu ditingkatkan terus peranannya untuk turut serta menyediakan SDM yang berkualitas, baik di bidang kependidikan maupun non-kependidikan, karena itu salah satu upaya yang ditempuh adalah dengan mengkonversi IKIP Muhammadiyah Jakarta menjadi Universitas.

 

Untuk itu dibentuk Tim Konversi Universitas yang diketuai oleh Prof. Drs. H. Sudarno Sinduwiryo, M.Ed. Setelah melalui berbagai proses, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan melalui Dirjen DIKTI Depdikbud memutuskan dan menetapkan perubahan bentuk IKIP-MJ menjadi Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA dengan Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud No. 138/DIKTI/Kep/1997, tanggal 30 Mei 1997.

 

Ikhwal penggunaan Prof. DR. Haji Abdul Malik Karim Amrullah (lebih populer dan familier disapa HAMKA) sebagai nama perguruan tinggi ini berdasarkan persetujuan pihak keluarga besar Buya HAMKA dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ditandasahkan melalui nota kesepahaman secara tertulis.

 

Nama Prof. DR. HAMKA dipilih karena tokoh ini memiliki spirit yang luar biasa dalam belajar mandiri (autodidak), tuntas, dan berlangsung sepanjang hayat. Prof. DR. HAMKA merupakan sosok multi-dimensi dalam beragam kepakaran, yaitu ulama yang intelektual, intelektual yang ulama, seorang sastrawan yang piawai dan unik, sekaligus seorang wartawan dan mubaligh Muhammadiyah yang ulung. Ketokohan Buya HAMKA semakin kokoh dengan pengangkatan beliau sebagai Pahlawan Nasional pada tahun 2011.

 

Penyerahan Keputusan Dirjen Dikti terhadap nama UHAMKA dilakukan oleh Koordinator Kopertis Wilayah III pada tanggal 9 Juni 1997. Selanjutnya diumumkan secara terbuka oleh Ketua PP Muhammadiyah, Dr. HM. Amien Rais, MA. pada acara Wisuda Sarjana dan Lulusan Program Diploma IKIP-MJ dan Peresmian Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA pada tanggal 11 Juni 1997, di Balai Sidang Jakarta (Jakarta Hilton Convention Centre) sekaligus mengukuhkan Rektor IKIP Muhammadiyah Jakarta, Drs. H. Qomari Anwar, MA. menjadi Rektor Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA yang pertama.

 

Periode kepemimpinan dari lembaga pendidikan guru tingkat perguruan tinggi ini sampai dengan bernama Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA adalah sebagai berikut :

  1. H. Moebangid Ronohandjojo, Dekan FKIP UMJ (1957 – 1959)
  2. Sa’adoeddin Djambek, Dekan FKIP UMJ (1959 – 1962)
  3. Mr. Soeroto Kartosoedarmo, Dekan FKIP (1962 – 1963)
  4. Drs. A.S. Broto, Dekan FKIP UMJ (1963 – 1965)
  5. Drs. A.S. Broto, Rektor IKIP MJ (1965 – 1969)
  6. Sa’adoeddin Djambek, Rektor IKIP MJ (1969 – 1974)
  7. Drs. Agustiar, M.A., Rektor IKIP MJ (1977 – 1979)
  8. Drs. Aya Sofia, M.Ed., Rektor IKIP MJ (1979 – 1983)
  9. Dr. H. Agustiar, M.A., Rektor IKIP MJ (1983 – 1985)
  10. Dr. H. Agustiar, M.A., Rektor IKIP MJ (1985 – 1991)
  11. Dr. Mochtar Buchori, M.Ed., M.A., Rektor IKIP MJ (1991 – 1995)
  12. Drs. H. Qomari Anwar, M.A., Rektor IKIP MJ (1995 – 1997)
  13. Drs. H. Qomari Anwar, M.A., Rektor UHAMKA (1997 – 2001)
  14. Dr. H. Qomari Anwar, M.A., Rektor UHAMKA (2001 – 2005)
  15. Prof. Dr. H. Suyatno, M.Pd., Rektor UHAMKA (2005 – 2009) dan (2010 – 2018)
  16. Prof. Dr. H. Gunawan Suryoputro, M.Hum., Rektor UHAMKA (2018 – Sekarang)

    (ABL)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mengulik Sejarah Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Trending Now

Iklan

iklan