IPB Siap Menjadi R&D Industri Pangan

Kamis, 19 November 2020 | 08:18 WIB Last Updated 2020-11-22T06:21:44Z


Kabarpendidikan.id
Dalam acara Jakarta Food Security Summit (JFSS) yang digelar oleh Kamar Dagang dan Industri (Kadin), pada Rabu, 18 November 2020, Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB University), Arif Satria, menyatakan bahwa perguruan tinggi siap menjadi pusat riset dan pengembangan (research and development/R&D) dalam menyoal permasalahan pangan ke depan.


Menurut Arif, perguruan tinggi harus menjadi mitra penting dalam pengembangan industri pertanian dan pangan bagi masa depan. Hal ini menurutnya  dikarenakan perguruan tinggi memiliki peran R&D yang mampu menghasilkan sejumlah inovasi. 


“Perusahan atau industri bisa berkolaborasi dengan perguruan tinggi untuk mengembangkan R&D, daripada membangun R&D sendiri. Hal ini bisa menciptakan efisiensi dan juga simbiosis mutualisme antara perguruan tinggi dengan industri,” jelasnya.


Ditinya juga menklaim bahwa hal ini bisa menjadi jembatan agar hilirisasi inovasi bisa dipercepat. Untuk merealisasikan hal tetsebut IPB University telah membuka Science and Technology Park (STP) agar para pelaku industri bisa berkantor di kampus, berkolaborasi dengan kampus. 


Dilain pohak  ketua Forum Rektor Indonesia (FRI) ini menuritnya ialah inovasi pangan ke depan yang setidaknya mencakup empat hal. Pertama, inovasi yang mengarah pada perbaikan ekosistem dan lingkungan. Terkait hal ini, IPB University telah mengembangkan sistem yang bisa mendeteksi kebakaran hutan enam bulan sebelum kejadian. IPB University juga mengembangkan alat yang bisa mendeteksi perubahan tata guna lahan secara smart.


Kedua, inovasi untuk peningkatan produktivitas yang berbasis pada teknologi 4.0. Ketiga, inovasi untuk diversifikasi pangan dan substitusi impor yang berbasis bahan baku lokal. Keempat, inovasi sosial, seperti Sekolah Peternakan Rakyat (SPR), One Village One CEO, dan Desa Presisi.


“Keempat jenis inovasi ini perlu kita dorong karena inovasinya bersifat inklusif, presisi dan berkelanjutan. Inklusif berarti inovasi harus menyentuh masyarakat lapisan menengah ke bawah, juga menyentuh yang industri besar dalam konteks peningkatan daya saing,” imbuhnya (LBM)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • IPB Siap Menjadi R&D Industri Pangan

Trending Now

Iklan

iklan